banner 468x60

OKNUM JPU DEMAK DIDUGA BERMAIN-MAIN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN

banner 160x600
banner 468x60


Jepara.(JournalPolice.id) Kasus kades Kendalasem Najmul Fatah kec. Wedung kab. Demak Jawa Tengah akhirnya dilakukan penangkapan pada hari Jumat 01/04/22, setelah menunggu lama kurang lebih hampir satu tahun. Penahanan terhadap Kades Najmul Fatah itu dilakukan setelah sholat Jum’at, NF ditangkap dan langsung dibawa oleh Tim eksekusi dan saat ini sudah menjadi Tahanan di Rutan Demak.

Dari hasil pantauan awak media penahanan yang dilakukan oleh JPU diduga lambat, karena NF tidak langsung ditahan setelah kasasi yang diajukan oleh terpidana NF melalui kuasa hukumnya ditolak.

Kemudian pada hari Selasa 04/04/22 tim awak media melakukan investigasi ke Desa Kendalasem dan bertemu salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya , saat dikonfirmasi terkait penangkapan NF ” bener pak sampon ditangkap bar sholat Jum’at terus di leboke mobil digowo langsung ” terangnya.

Kemudian tim awak media mendatangi rumah NF dan bertemu dengan istri NF yang juga turut serta terpidana kasus penggelapan yang dilakukan oleh NF suaminya. Dari keterangan S membenarkan bahwa NF suaminya sudah ditangkap dan ditahan di Rutan Demak, selanjutnya dari klarifikasi dan konfirmasi S juga membenarkan bahwa dirinya juga turut serta dan diputuskan pidana 10 bulan pada hari Kamis, tanggal 15 Oktober 2020 oleh Hakim ketua Novita Arie Drn,S.H.Sp.Not.MH. Dalam putusan tersebut juga menetapkan bahwa terdakwa S harus segera ditahan, tetapi sampai saat berita ini diterbitkan terdakwa S blm juga ditangkap dan ditahan.

Yang menjadi pertanyaan ada apa dengan Oknum JPU yang diketahui bernama E, kenapa belum juga dilakukan penangkapan dan penahanan padahal putusan pengadilan jelas menetapkan terdakwa S harus segera ditahan ??…..
Dalam kasus penggelapan yang dilakukan oleh NF dan istrinya S seharusnya keduanya sesuai putusan harus ditahan, jika sampai saat ini istri NF belum ditahan diduga oknum JPU E tidak tegas dalam melaksanakan putusan yang sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Demak ada apakah dengan JPU E.

Dari informasi yang dikumpulkan awak media oknum JPU E, diduga menerima suap sehingga terkesan lambat dan tidak tegas dalam melaksanakan putusan dari Pengadilan Negeri Demak, setelah upaya banding, kasasi ditolak oleh MA. Sebagai bukti dugaan tersebut bahwa sampai saat ini istri NF belum juga ditahan.

Tim awak media JP akan mengkonfirmasi dan minta klarifikasi ke Kajari Demak juga Jamwas Jawa Tengah, terkait kenapa tindakan oknum JPU E ini terkesan bermain-main dan tidak tegas dalam melaksanakan putusan dari Hakim Pengadilan Negeri Demak, apakah benar ada main suap yang dilakukan oleh oknum JPU Demak. Untuk menjawab dugaan penyuapan tersebut silahkan ikuti trs berita ini.

Rep.( Jmk/Bgs ).

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.