banner 468x60

Meninggal Dunia Akibat Jajan, 2000 Siswa dan MI Kab malang Diliburkan Terjangkit Difteri Carrier

banner 160x600
banner 468x60


JP__Malang- Kegiatan belajar mengajar di Sekolah MIN 1 Kota Malang akhirnya diliburkan setelah ratusan siswa menderita penyakit carrier difteri.

Libur sekolah tersebut dimulai sejak hari ini tanggal 23-27 Oktober 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah MIN 1 Kota Malang, Suyanto saat dihubungi suryamalang.com pada Selasa (22/10/2019).

“Biar mereka belajar mandiri dulu di rumah. Agar memutus mata rantai penularan,” ucapnya.

Suyanto mengatakan, ada 212 siswa dari 1.617 siswa dan 15 guru di MIN 1 Kota Malang yang menderita difteri carrier.

Kebanyakan, mereka yang terjangkit difteri carrier merupakan siswa kelas II.

Penyakit difteri carrier yang diderita oleh para murid tidak membuat anak tersebut sakit.

Namun, anak yang positif terjangkit difteri carrier bisa menularkan penyakitnya ke orang lain.

“Anak-anak ini sehat. Cuma mereka membawa kuman. Kalau tidak segera ditangani bisa menular ke orang lain dan mereka bisa sakit,” ujarnya.

SWAB tersebut dilakukan oleh para siswa, guru dan juga karyawan di lingkungan MIN 1 Kota Malang.

Apabila nanti hasilnya ada murid yang hasilnya positif difteri, nantinya akan diberikan obat untuk membunuh kuman.

“SWAB pertama sudah kami lakukan kemarin. Nanti SWAB kedua akan kami lakukan di hari Senin,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr Supranoto mengatakan, bahwa kasus difteri di MIN 1 Kota Malang sudah ditindaklanjuti sesuai kebijakan provinsi.

Yakni dengan memberikan profilaksis kepada siswa yang telah positif difteri.

Pemberian obat profilaksis harus dilakukan terus-menerus selama tujuh hari.

“SWAB sudah dilakukan. Hasilnya ada yang positif difteri. Tapi anaknya sehat gak sakit. Dan semua anak telah diberi profilaksis,” tandasnya.

Untuk Informasi dan Renungan Kita Bersama

Dki Jakarta, Jabar. Ada 600 yang kena. RS penuh dg kondisi anak2 Difteri. 38 sdh meninggal. Jadi memang kejadian luarbiasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan imunisasi masal sd 11 Des. Usia 1 sd 19 tahun

Hati2 jgn jajan yg pk cabe bubuk, Jgn jajan pk cabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jgn pake cabe bumbu kering. Karena penuh penyakit dr kencing tikus, kasusnya byk yg meninggal karena penyakit difteri…

*PERHATIAN*
Utk kita2 yg keluarga atau putra putrinya suka mengkonsumsi jajanan dg menggunakan bumbu tabur (terutama yg mengandung cabe kering) spt… cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yg lain, monggo dievaluasi kembali.
Knp? Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tak peduli dijadikan sarang tikus.
Tentu saja KENCING TIKUS akan tercecer disana dan membahayakan.
Mari kita jaga keluarga kita.
*Gejala Difteri*
Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:
• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
• Demam dan menggigil.
• Sakit tenggorokan dan suara serak.
• Sulit bernapas atau napas yang cepat.
• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
• Lemas dan lelah.
• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.

DIHIMBAU UTK HATI2 saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat.
Penularan melalui droplet spt dari ludah , batuk, dll kaya penularan TBC. Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat2 rekreasi dll ini khusus warga Jakarta, Jawa barat dan sekitarnya.
Info : Dinkes DKI Jakarta

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Meninggal Dunia Akibat Jajan, 2000 Siswa dan MI Kab malang Diliburkan Terjangkit Difteri Carrier"