banner 468x60

LPKSM PUTRA LAWU : Surat Klarifikasi Tak DiGubris Kepala Desa Denanyar Tangen Terkait Dugaan Proyek Makadam Mark Up Anggaran

banner 160x600
banner 468x60

JP | SRAGEN- Surat klarifikasi terkait Proyek Makadam dari LPKSM Putra Lawu pada 4 Agusrus 2020 kepala kepala desa Rumboko namun di abaikan sama sekali hingga saat ini tanpa balasan dan memberi jawaban kepada lembaga yang dipimpin rois hidayat.

Sebagaimana Pemerintah Indonesia melalui program Nawa Cita Pemerintah RI telah menggelontorkan Dana Desa mulai Tahun 2015 sebagai implementasi dari UU Desa No.6 Tahun 2014. Dimana UU Desa telah menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Desa memiliki kewenangan penuh dalam mengelola potensi yang dimilikinnya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dana Desa mulai banyak dirasakan manfaatnya di tahun keenam berjalan ini, selain nominal yang setiap tahun meningkat tetapi lebih pada tujuannya yang sangat bermanfaat untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Namun hal tersebut berbeda dengan yang terjadi di Desa Denanyar Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen mendapatkan bantuan Provinsi TA- 2019 pembangunan jalan makadam dukuh pule rt 18 denanyar tangen dengan anggaran Rp. 100 juta, namun di tempat kegiatan tidak ditemukan prasasti dan di duga Mark Up anggaran.

Dengan anggaran 100 juta rupiah yang seharusnya mendapatkan panjang 500 meter lebar 2,5×0,2 x400 ribu indek makadam, tapi kenyataan dilapangan hanya mendapatkan 250 meter.

Sementara warga setempat berinisial YN saat ditemui Wartawan mengatakan bahwa jalan itu memang dibangun dengan menggunakan dana yang berasal dari bantuan Provinsi pada Tahun 2019. Tetapi YN tidak mengetahui secara pasti teknis pada saat pengerjaannya.

“Kami sebagai warga tidak tahu secara rinci teknis pengerjaan maupun penggunaan anggarannya”. Singkatnya.

Sementara itu, Warsito salah satu tokoh masyarakat Sragen menyampaikan bahwa ada dugaan Mark Up pada penggunaan anggaran dalam pembangunan makadam jalan tersebut. Ia juga sempat menghitung secara teknis, melihat hasilnya harga satuan makadam diketahui diatas harga pada umumnya.

“Setelah kami hitung, kami menduga ada selisih nominal yang sangat fantastis” papar Warsito dengan menunjukan kertas rincian dihadapan warga.

Sementara kades denanyar saat dikonfirmasi media ini “Iya mas siap koordinasi sementara kita mau croscek dilapangan terkait proyek Banprov ..🙏🏻”. Ucapnya. (Budiono)

Editor : Arw

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.