banner 468x60

LPKSM Putra Lawu Merespon Ungkapan Jokowi Dalam Putuskan Bank dan Leasing Tunda Tagihan Debitur Selama Setahun, Serta cara mengajukan Restrukturisasi

banner 160x600
banner 468x60


Selasa, 24 Maret 2020

JournalPolice.id JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengaku sudah mengintervensi lembaga perbankan dan nonperbankan lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menunda tagihan kredit kepada debitur selama setahun.

Rois hidayat selaku ketua LPKSM PUTRA LAWU menyambut Langsung merespon baik Presiden dalam mengatasi gejolak di masyarakat beredar vidio Youtube Jokowi dan OJK sudah memutuskan akan mereleksasi cicilan sampai satu tahun kedepan atas ciciclan nasabanya.

sehingga solusi Nasabah KuR pelaku usaha bahkan tukang ojek pun diberi kelonggaran dalam hal cicilan angsuran di leasing 1tahun kedepan serta jokowi memerintahkan akan merestrukturisasi pinjamannya.

Bahkan lpksm putra lawu sudah di serbu melalui Wa bagaiman cara merestrukturisasi pinjaman di bank dan leasing .

Lpksm putra lawu akan mempersiapkan format gratis agar masyarakat bisa menjangkaunya dengan cara Copas dan hanya menganti nama data nasabah dan nama bank atau jasa keuangan lainya atau bisa melalui wa 085229018898.jelasnya

Dalam konfresi pers jokowi dan ojk mengatakan, penundaan itu dikhususkan kepada mereka yang punya nilai kredit di bawah Rp 10 miliar.

“OJK akan memberikan kelonggaran, relaksasi kredit bagi usaha mikro, usaha kecil, untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar. Baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank.

Akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga,” kata Jokowi saat memberikan arahan kepada para gubernur lewat telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (24/3).

Jokowi mengaku banyak mendengar keluhan dari pekerja transportasi seperti ojek, sopir hingga nelayan yang punya masalah kredit kendaraannya di tengah pandemi virus Corona.

Jokowi meminta mereka tidak khawatir karena pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran selama setahun.

“Beberapa skenario juga telah kita hitung, kita kalkulasi mengenai prediksi dari Covid-19 di negara kita, Indonesia April seperti apa, Mei seperti apa, skenario buruk seperti apa, skenario sedang seperti apa, skenario ringan seperti apa? Dan saya kira kita ingin kita berada pada skenario yang ringan,” kata Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini juga sudah menghitung penurunan daya tahan ekonomi berdasarkan provinsi.

Dia mencontohkan skenario sedang yang akan terjadi di daerah-daerah dengan daya tumbuh ekonomi dari perburuhan.

“Kalau skenarionya sedang yang terparah nanti akan berada di Nusa Tenggara Barat. Itu akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25 persen. Karena hitungan kita kita mampu bertahan Juni-September,” kata Jokowi.

Lalu untuk daerah yang paling banyak petani dan nelayan, apabila skenarionya sedang, yang terparah adalah Kalimantan Barat.

Jokowi memprediksi akan ada penurunan pendapatan sampai 34 persen dengan daya tahan Oktober sampai November.

“Kemudian pedagang mikro, pedangang kecil, kalau skenarionya sedang yang berat adalah di Kalimantan Utara dengan penurunan pendapatan sampai 36 persen. Dan kemampuan bertahan di Agustus sampai Oktober,” kata dia.( anto dp )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.