banner 468x60

LKBH SOKSI MEMINTA PARA PENGEROYOK KADER SOKSI PEKANBARU UNTUK JANGAN DILEPAS

banner 160x600
banner 468x60


Jakarta, 27-09-2021, Sekretariat Dewan Eksekutif Pusat LKBH SOKSI telah menerima pengaduan seorang kader SOKSI sekaligus Partai GOLKAR bernama IDA YULITA SUSANTI, S.H., M.H. dan puteranya bernama FRISTLY asal Pekanbaru, Riau, Ibu IDA menceritakan kronologis peristiwa pengeroyokan penganiayaan tersebut, dimana pada awalnya terjadi pada hari Rabu Sore tanggal 01 September 2021, pada saat itu FRISTLY sedang dalam perjalanan mengendarai mobil sedannya menuju Kafe Tema terletak di Jl. IRKAB, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, setelah melewati ujung pertigaan Jl. IKAB, FRISTLY diikuti oleh 3 (tiga) kendaraan motor dan ke-3 orang tersebut langsung menyerang FRISTLY dengan cara memukul mobil dengan menggunakan kayu dan tangan, salah satunya dikenali memakai kemeja warna merah,

pada saat FRISTLY ingin melanjutkan perjalanannya secara tiba-tiba dihadang dengan motor, akhirnya FRISTLY turun menghampiri pengendara motor tersebut kemudian menanyakan “Ada Apa Bang ?”,

salah satu dari ketiga pengendara motor tersebut mengatakan “kakinya digilas oleh korban”, kemudian FRISTLY langsung meminta maaf dan siap bertanggungjawab, namun pada saat FRISTLY bertanya “Kaki Abang Yang Mana Yang Kena Gilas ?”, FRISTLY lagsung dipukul pada bagian dada sebanyak 2 (dua) kali sehingga membuat FRISTLY kesakitan dan sesak nafas, kemudian datang warga untuk melerai dan mengusir pengendara motor tersebut,

kemudian pada Pukul 19.30 WIB saya (ibu IDA) tiba dilokasi kemudian ingin membawa ke dokter anaknya, namun karena masih ada seorang ibu yang merasa terkena genangan air karena mobil FRISTLY lewat depan rumahnya, maka saya bersama suami, asisten rumah tangga dan FRISTLY bermaksud ke rumah seorang ibu tersebut, sesampainya disana FRISTLY justru melihat pemuda yang memukulnya sedang nongkrong, kemudian pemuda masuk kedalam rumahnya keluar membawa LINGGIS,

kemudian ada pemuda berbaju kaos abu-abu membawa BAN PINGGANG serta pemuda berbaju kaos hitam membawa PARANG. Ketiga pemuda tersebut menghampiri dan mengejar saya dan FRISTLY, kendaraan mobil dilempar dengan batu hingga pecah kaca bagian depan, kemudian saya dipukul bagian belakang kemudian ditendang, selanjutnya pemuda berbaju kaos warna hitam membacok dan mengenai kepala bagian belakang FRISTLY dan mengakibatkan luka, karena terus diserang, akhirnya saya berteriak-teriak meminta ampun dan meminta tolong, kemudian datang seseorang Bapak menolong membawa dan menyelamatkan saya dan anak saya ke cafe Raja yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian perkara ;

Sekretaris Eksekutif DEP LKBH SOKSI, Andi Priyatno, S.H. mengatakan Ibu IDA telah melaporkan kejadian tersebut pada malam itu juga tanggal 1 September 2021 berdasarkan Surat Kaporan Polisi No. Pol.: LP/K/725/IX/ 2021/SPKT/RESTA.PKU terhadap RJJ dan ADF, para pelaku sudah dinyatakan sebagai tersangka dan telah ditahan dalam sel tahanan POLRES Pekanbaru saat ini,

diharapkan rekan-rekan penyidik dapat segeraa melimpahkannya ke tahap berikutnya agar dapat segera digelar persidangannya”,

sekanjutnya dikatakan ”dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan tersebut diancam dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara untuk Pasal 170 KUH Pidana dan maksimal 5 tahun penjara untuk Pasal 351 KUHPidana, namun Ibu IDA masih merasa khawatir dan takut proses hukum yang sedang berjalan diintervensi karena musibah yang menimpa dirinya dan keluarganya sudah berulang-ulang terjadi, seperti yang terjadi sebelum peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan tersebut rumahnya telah didatangi oleh orang tidak dikenal mengedarai mobil berusaha menteror, dan peristiwa tersebut terekam oleh Kamera CCTV.

Di tempat terpisah, Neil Sadek, S.H. (Direktur Eksekutif Pusat LKBH SOKSI) mengatakan “pengeroyokan dan penganiayaan tersebut sudah sangat keterlaluan dan tidak berperikemanusiaan, Ibu IDA dan anak FRISTLY sudah minta-minta ampun, masih dikejar dan dibacok dari belakang,

dipukul dan ditendang, untungnya masih ada yang melihat dan cepat melerai, kalau tidak nyawa ibu dan anak ini bisa melayang”, “penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka saat ini sudah tepat, dan jangan sampai dilepas, bila perlu ketentuan tentang senjata tajam yang dipakai pada saat menganiaya korban juga harus diproses dengan UU Darurat no. 12 Tahun 1951 dengan ancaman setinggi-tingginya 10 tahun penjara”.

Kemudian dikatakan oleh Direktur Eksekutif Pusat LKBH SOKSI “Ibu IDA sekeluarga tidak perlu lagi khawatir sebab LKBH SOKSI mendukung sepenuhnya dan siap mengawal proses penegakan hukum yang dilakukan POLRES Pekanbaru hingga ke persidangan agar pelakunya dapat hukuman yang setimpal”,

“LKBH SOKSI memiliki banyak lawyer dari seluruh Indonesia termasuk di Pekanbaru dan siap membela kader-kader SOKSI berbadan hukum di negeri ini, misi mulia LKBH SOKSI adalah “viat justitia roeat colloem atau hukum harus ditegakkan sekalipun langit akan runtuh”, kemudian Neil Sadek, S.H. menghimbau “kepada siapapun,

jangan coba-coba bermain-main dan intervensi dalam proses hukum yang sudah benar, transparan, proporsional dan profesional yang telah dilakukan oleh POLRES Pekanbaru.(Juawani)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.