banner 468x60

LIDIK KRIMSUS RI Bersama Forum Ulama Kaliwungu , Menolak Adanya Perumahan Dibawang Situs Sejarah Sunan Katong

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id KENDAL- Gelombang Penolakan Atas Pembangunan Perumahan oleh Pengembang PT Toto Tentrem Setosa dibawah Makam Sunan Katong Kaliwungu Selatan Terus Meningat, Kali ini ungkapan itu disampaikan dari Forum Ulama Kaliwungu yang mengkapkan kehawatiran akan keberlangsungan situs bersejarah Makam Waliyulah Kanjeng Sinuwun Sunan Katong, yang berloksi di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Senin (13/1/2020)

Aziz, Sekretaris Forum Ulama Kaliwungu menyampaikan bahwa reaksi penolakan tersebut muncul dalam sebuah acara Kliwonan yang diselenggarakan oleh Forum Ulama Kaliwungu bersama Muspika, yang dilaksanakan 40 hari sekali, setiap Jumat Kliwon.

” Dalam forum tersebut para ulama Kaliwungu yang juga dihadiri Muspika Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan sudah menyatakan tidak setuju dengan adanya pembangunan perumahan tersebut, karena akan membahayakan keberadaan situs bersejarah tersebut ” ungkap Aziz saat dilokasi

Menurut Aziz, untuk menguatkan sikap para ulama tersebut dalam bentuk pernyataan sikap yang akan ditanda tangani bersama dan dikirimkan keinstansi-instansi terkait.

Diluar bahaya longsor yang dikhawatirkan oleh banyak fihak terungkap juga bahwa kawasan Makam Kanjeng Sinuwun Sunan Katong telah masuk dalam daftar situs Cagar Budaya Nasional Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Nasional , telah terregitrasi dan dalam tahap penelitian.

Hal itu diungkapkan Oleh salah satu staf Bidang Cakar Budaya Kendal Jupriantono.SH yang hadir meninjau lokasi, bersam staf Dinas Pendidikn dan Kebudayaan Kendal bidang Cagar Budaya, yag juga dihadiri Camat Kaliwugu Selatan, Pj Kades Protomulyo beserta perangkat Desa, Tokoh Pemuda, perwakilan Forum Ulama Kaliwungu, Perwakilan ormas Dan Lsm ,dan warga sekitar

Menurutnya kawasan tersebut harus disterilkan dari kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan situs.

Berpedoman pada UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya , Jupriyanto meminta kepada pengembang untuk segera menghentikan kegiatanya, karena memasuki zona cagar budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

” jadi kalau bicara zona, adalah menyesuikan kebutukan dan ketentuan, kalau tidak mau mengindahkan dengan perngatan kita, kita akan bertindak lebih jauh ” tegasnya.

Selain meminta kepada pengembang untuk segera menghentikan kegiatanya, Jupri juga menyampaikan akan segera memasang papan zonasi kawasan cagar budaya disekitar area tersebut supaya tidak kegitan didalam area zonasi.

Figur Kanjeng Sinuwun Sunan Katong sendiri menurut sejarahnya adalah seorang ulama atau tokoh yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam dan juga dalam sejarah Kendal, tepatnya di Kecamatan Kaliwungu. Yang saat ini makamnya terletak di Desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal.

Oleh karenaya Situs Makam Kanjeng Sinuwun Sunan Katong tidak pernah sepi dari peziarah, dan dari tahun ketahun semakin meningkat baik, kerabat yang telah menemukan silsilahnya , pejabat hingga masyarakat biasa dari berbagai belahan Nusantara , bahkan luar negeri.

Sedangkan silsilah yang diperoleh dati berbagai sumber adalah masih keturunam dari Prabu Kertabhumi atau Prabu Brawijaya V yang memiliki putera Bhatara Katong, dan Bhatara Katong berputera seorang puteri yang menjadi istri Adipati Unus atau Suryapati Unus putera Raden Fatah. Dari Perkawinan itu, lahir Kyai Katong, dan kemudian terkenal dengan nama Sunan Katong.

Menapak tilas sejarah siapa sosok Kanjeng Sinuwun Sunan Katong tersebut sangatlah wajar ketika gelombang penolakan dan protes dari berbagai lapisan masyarakat semakin meningkat, baik masyarakat sekitar, Ulama dan organisasi kepemudaan dan lembaga sosial masyarakat.


Antara lain, dari Lembaga Informasi Data Investigasi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia ( LIDIK KRIMSUS RI ) dan Pemuda Pancasila yang diwakili oleh Komandan Koti (Komando Inti ) Kendal yang mengatakan dirinya bersama barisan pasukanya siap tidak hanya mengawal namun siap berada dibarisan depan untuk menyelamatkan situs sejarah tersebut.

” Kita tidak hanya siap mengawal, tapi siap berada digarda depan untuk menyelamatkan situs sejarah yang sudah menjadi Ikon Kaliwungu ini “‘tegasnya.

Senada dengan Suud, Sarwono, Selaku Ketua DPK Lidik Krimsus RI Kendal menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut sampai selesai, dan situs sejarah tidak dinodai oleh kepentingan-kepentingan pragmatis.

” Kami bersama elemen masyarakat yang lain akan konsen dan intens mengawal kasus ini, untuk menghentikan kegiatan ini, yang jelas dampaknya sangat tidak baik, ” tegasnya.

Selain itu dirinya berharap intstansi terkait mengkaji ulang atas ijin yang sudah dikeluarkan ,

” jadi sebelum ijin dikeluarkan, lakukan kajian mendalam terlebih dahulu dilokasi, ada apa dan bagaimana, tidak asal ketok ” tandasnya.

Masyarakat juga menyayangkan sikap pengembang yang selalu berdalih sudah melakukan sosialisasi dilingkungan sekitar , sebelum melakukan kegiatan, dan menggunakan daftar hadir sosialisasi sebagai dasar pengajuan ijin dan mengangap masyarakat setuju. Seperti diungkapkan oleh Sholikin Ketua Rw setempat ,

” ituka daftar hadir sosialisasi, dan yang hadir belum tentu setuju…contohnya saya yang hadir disana, dan saya menaytakan menolak sejak awal “‘ jelas Sholikin .ARN

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.