Lebih dari 10 Ribu Demonstran Tuntut Kebebasan Pers di Serbia


JP-international- Lebih dari 10 ribu orang berbaris di Beograd pada Sabtu (19/1) malam, untuk memprotes pemerintahan Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Partai Progresif Serbia (SNS), dan menuntut kebebasan media sebagai prasyarat untuk pemilihan umum yang bebas dan adil.

Seperti dikutip dari Reuters, para pengunjuk rasa yang merupakan gabungan Aliansi untuk Serbia, kelompok oposisi yang terdiri dari 30 partai dan organisasi, mengenakan lencana bertuliskan “Itu telah dimulai” dan meneriakkan “Pencuri Vucic”.

Demonstrasi mingguan kedelapan kalinya itu telah menarik perhatian banyak orang. Protes telah menyebar ke kota-kota lain di Serbia. Hari Jumat lalu diadakan di Novi Sad, kota terbesar kedua.

“Satu-satunya tuntutan yang kami inginkan adalah kejahatan (rezim) ini hilang. Kami ingin pemilihan umum, tetapi kebebasan harus dihadirkan lebih dulu,” kata Branisalv Trifunovic, seorang aktor yang berbicara di hadapan publik sejak beberapa pekan sebelumnya.

Tidak ada seorang pun di kantor pemerintahan Vucic yang bisa dihubungi untuk memberikan komentar. Sebelumnya, presiden mengatakan dia tidak akan tunduk pada tuntutan oposisi untuk melakukan reformasi pemilu dan meningkatkan kebebasan media, bahkan jika ada 5 juta orang di jalan.

Kendati demikian, dia mengaku bersedia untuk menguji popularitas partainya dengan perhitungan suara cepat.

“Saya datang ke sini untuk menyatakan ketidakpuasan saya terhadap elit yang berkuasa.

Mereka mengendalikan semua media, saya muak dengan semua korupsi yang terjadi,” kata Ljiljana Zivanovic, seorang pensiunan berusia 64 tahun. (Red.rhdyt/sbr:CNN)