banner 468x60

Lahan Yang Dikelola Warga Dijual, Nasib Kades Gadu Diujung Tanduk

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | PATI – Warga Masyarakat Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pertanyakan lahan pengganti dan uang hasil penjualan Bondo Deso yang dinggap tidak ada kejelasan.

Hal itu lantaran warga merasa haknya atas bondo desa diambil paksa oleh Kepala Desa (Kades), sebab itu dulunya adalah bantuan dari Partai Golkar yang dijadikan sebagai bondo deso untuk dikelola warga masyarakat, akan tetapi dengan Kades saat ini, lahan itu dijual tanpa sepengetahuan warga.

Salah satu warga Desa Gadu yang meminta dirahasiakan identitasnya demi keselamatanya kepada wartawan media journalpolice.id menuturkan jika apa yang dilakukan Kades itu salah.

“Itu kan tanah bondo deso yang dikelola warga, kenapa Kades tidak musyawarah dulu dengan warga, karena selama ini lahan itu dikelola warga.” Kata salah satu warga

Menurut warga, sejauh ini Kades belum memberitahu warga kalau tanah itu sudah dijual dan belum dicarikan lahan baru sebagai pengganti.

“Sampai saat ini Kades belum mencarikan lahan sebagai gantinya, bahkan uang hasil penjualan lahan pun entah kemana.” Imbuhnya

Terpisah, Kades Gadu, Imam Solikin via tetepon seluler saat dikonfirmasi wartawan menampik tudingan warganya yang dianggap telah mengangkangi lahan bondo deso.

“Lahan itu sebenarnya dijual karena letak geografisnya miring dan berada diluar desa, dengan menjual lahan tersebut, kami berniat mencarikan lahan baru yang posisinya berada di desa Gadu.” Paparnya

Dirinya mengaku jika sudah melakukan rapat terkait polemik perkara lahan bondo deso, dan uang hasil penjualan pun masih ia simpan.

“Uangnya masih saya bawa dan saya simpan, jadi bagi siapa saja warga sini yang ada tanah diwilayah desa Gadu dan jika warga cocok dan menyetujui, maka akan saya bayar.” Pungkasnya

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.