banner 468x60

KPK Harus Berani Selidiki Dugaan Raibnya Dana Titipan Sebesar Rp 4.500 Triliun di Bank Indonesia

banner 160x600
banner 468x60


Ir.Safri Arifin ketua LKIN

JP-Nasional– Sertifikat Bank Indonesia (SBI) senilai Rp 4.500 Triliun dicairkan tanpa sepengetahuan empunya (owner). Percairannya pun bukan untuk kepentingan negara tetapi untuk kepentingan kelompok tertentu. Demikian ungkap Safari ANS seorang Peneliti Dana Amanah Soekarno melalui tulisannya yang dirilis di blog pribadinya http://safari2009.wordpress.com

“Hebatnya pencairan melibatkan pejabat tinggi negara Republik Indonesia”, ujarnya.

Ditambahkannya, Mahkamah Internasional telah mencatat kriminal perbankan ini sebagai tindakan kriminal yang luar biasa.

Lebih lanjut Safari memaparkan bahwa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tersebut jatuh tempo pada bulan Juni 2012. Tetapi pemilik tidak mencairkannya.

“Bahkan hingga kini owner masih memegang SBI asli ketika pihak Mahkamah Internasional melakukan pengecekan. SBI itu diteken oleh Gubnerbur Bank Indonesia yang ketika itu dijabat oleh Darmin Nasution yang kini Menteri Koordinator Bidang Ekuin dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi,” imbuhnya.

SBI yang bernilai jumbo Rp 4.500 triliun itu, kata Safari merupakan bagian dari rangkaian Harta Amanah Soekarno. Dalam sertifikat itu dinyatakan siapa saja bisa mencairkannya ketika membawa SBI itu, alias SBI atas unjuk. Siapa yang menunjukannya kepada Bank Indonesia, maka dialah yang berhak mencairkannya. SBI itu katanya selain diteken Darmin Nasution di sebelah kirinya juga diteken oleh Direktur P.U Bank Indonesia Muliaman D. Hadad pada bagian sebelah kanan.

Cairnya SBI ini mengejutkan dunia. Perbankan Indonesia tercoreng habis oleh tindakan ini dan dicatat oleh Mahkamah Internasional sebagai kejahatan perbankan yang luar biasa. Nasib pihak yang mencairkan entah seperti apa, selain hukum manusia yang kapan saja akan terjadi baik dirinya maupun bagi keluarganya, juga sumpah Soekarno akan menimpa pihak yang terlibat.

Ditambahkan Safari, pencairan SBI itu sempat ditransfer ke CIMB Niaga untuk dibawa kabur ke Malaysia. Tetapi karena tidak jelas historical fund-nya, maka uang ini kemudian diblock oleh bank itu.

SBI ini dipecah dalam 9.000 lembar dengan nilai masing-masing Rp 500 milyar. Tetapi pencairannya dilakukan sekaligus dengan nilai Rp 4.500 triliun. Proses ini juga sempat diklaim oleh keluarga yang merasa dirinya Danarasa.

Dilain pihak, Presiden UN SWISSINDO Sugiharto Notonegoro, ST yang saat ini telah divonis 3 tahun 10 bulan oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Cirebon atas tuduhan pemalsuan SBI senilai Rp 4500 Triliun, meski Jaksa Penuntut Umum tidak bisa menghadirkan SBI yang asli di persidangan.

Ketua Umum Lembaga Kontrol Independen (LKIN) Ir. Syafri melaui selulernya mengatakan bahwa KPK RI harus berani mengusut raibnya SBI senilai Rp 4500 Triliun tersebut terangnya .(red.mjp)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.