banner 468x60

KP NORMAN : MASIH MAU DI PERBUDAK RENTENIR GAYA BARU “PINJAMAN ONLINE”

banner 160x600
banner 468x60

Waspadai Pinjaman Online atau Kredit Online, Sebagai Rentenir Gaya Baru di Indindonesia

JOURNALPOLICE.ID-Jakarta-KP Norman menuturkan bahwa Pinjaman Uang berbasis aplikasi online (sering disingkat Pinjol) memang sangat menggiurkan. Tak lain karena proses dan syaratnya yang begitu mudah. Namun jika menunggak angsuran, maka siap-siap saja, anda akan terjerat bunga yang sangat besar dan tidak jelas perhitungannya, karena akan dihitung bunga, harian, mingguan yang sistem perhitungannya tidak jelas, dan untuk penagihan akan dilakukan oleh pihak ketiga, yaitu jasa penagihan (Debt Collektor),

anda tidak akan menyangka perlakuan debt collector Pinjaman Online lebih kejam, lebih galak dari penagihan, dibanding lembaga keuangan konvensional, hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Pernusa, KP Norman Adhinegoro saat jumpa PERS di Menteng, Jumat 5 September 2018.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa cara penagihan, intimidasi maupun ancaman dan perlakuan menyebar foto dan data diri peminjam Pinjol telah melanggar Undang-undang yang ada, dimana Debt Colektor Pinjol telah menyadap data masabah yang kemudian menagih pada orang-orang yang ada di HP peminjam, melalui teknologi yang mereka miliki, dengan mudahnya mereka menyadap dan mengambil data nomor dan identitas orang dekat peminjam, kemudian menyegar foto dengan pesan macam-macam, bahkan foto tersebut diberi keterangan Pengemplang Utang dan tulisan lain untuk mengancam debitur, bahkan debt colektor tidak segan-segan mendatangi orang lain, menggertak, meskipun orang tersebut bukan debitur, ini jelas-jelas Pinjol tidak layak ada di Indonesia, dan harus dihapus dari Negeri ini serta pelaku usaha harus di proses secara hukum, tegas KP Norman.

Menyikapi hal tersebut, dimana ada lebih dari 100 orang korban pinjaman online ke Pernusa, maka dalam waktu dekat Pernusa dengan data yang ada, akan segera melaporkan hal tersebut ke Kepolisian RI, Kominfo dan Otoritas Jasa Keuangan, karena usaha Peminjaman Dana Online telah melanggar aturan melalui bunga berbunga, dan denda bunga tidak jelas perhitungannya, bagai Rintenir yang mencoba menjerat rakyat Indonesia, ini harus kita lawan bersama-sama, ini adalah Rentenir atau lintah darat gaya baru, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan translaksi elektronik, ungkap Tokoh Nasional yang terus berjuang untuk rakyat kecil ini.


Ketua lembaga perlindungan konsumen Rois hidayat juga menyoroti hal itu karena dalam undang-undang perlindungan konsumen banyak pasal mengenai hak dan kewajiban Pelaku usaha yang dilanggar contihnya alamat pinjol atau pinjaman onlin alamat gak jelas badan hukum jelas gak ada aturan juga menguntungkan salah satu pihak apalagi kontribusi kepada negara tidak ada bahkan tidak Bayar pajak kepada negara PPN PPH berarti pengemplangan pajak, Negara di rugikan

konsumen juga begitu asal pinjam tanpa melihat aturan dan Resiko asal mau OK dengan sarat yang seolah mudah tapi gak sadar kalau itu jerat leher, ini berlaku juga Rentenir yang ada di pasar pasar sama saja, maka akibatnya Bank bank resmi bangkrut karena gak konsentrasi dalam bekerja

Pemerintah dan lembaga terkait penggiat perlindungan konsumen,BI , OJK dan TPPU Polri juga harus awasi karena sudah meresahkan masarakat kecil merugikan negara ujarnya. (Red.mjp/r.hidayat)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.