banner 468x60

Kotekan lesung untuk mengenang gotong royong

164 views
banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice , SRAGEN – Untuk mengenang alat penumbuk padi pada zaman dahulu, kumpulan ibu – ibu di dukuh jurukuncen, desa cangkol kecamatan plupuh, kabupaten sragen. demikian adat yang membudidaya tak luntur didesa wilayah plupuh sebelah utara ini.

Segenap ibu ibu masyarakat yang mempunyai keahlian menggelar latihan kotekan lesung. Hal ini untuk memperkenal kan kembali alat tradisional yang saat ini menjadi barang antik. karena tidak banyak orang mengenal nya bahkan jarang untuk generasi sekarang mengenalnya.

Latihan kotekan lesung semata mata untuk mengenalkan pada generasi muda bahwa sebelum ada penggilingan padi terdapat alat penumbuk padi tradisional. Kotekan lesung awal nya muncul dari kerukunan yang di bina sejak berabad – abad secara turun tumurun, masyarakat pada saat itu memang masih sangat rukun dalam bertetangga , saling bahu membahu, bergotong royong dengan rasa iklas tampa imbalan.zaman dulu belum ada mesin , jika ada orang punya hajat, memerlukan orang untuk mengubah gabah / padi menjadi beras .dari itu lah masyarakat yang sudah sangat erat antara warga bermusyawarah akhir nya membuat alat yang bentuk nya seperti perahu yang terbuat dari kayu yang berukuran besar, kemudian di lubangi tengah nya persis seperti perahu nelayan. Lesung tersebut di gunakan menguliti gabah menjadi beras dengan di bantu alat yang namanya alu / antan, yang di sebut nutu atau deplok ( menumbuk padi dengan antan ). Selain untuk mengupas padi lesung bisa di jadikan alat musik yang menimbulkan irama yang khas bunyinya namum indah di telingga. Ibu – ibu yang ikut latihan kotekan lesung tersebut selain membuat irama yang serasi, juga bisa menggandengkan lagu lagu tradisional.

Dari himbauan ketika tim journal police turun kelokasi dan wawancara,menurut salah satu ibu sadiyem , latihan kotekan lesung ini gampang gampang susah, sebab harus menyesuaikan nada dan lagu agar bisa seirama. ungkapnya “. Saat ini kotekan lesung jarang kita lihat / dengar , hanya segelitir daerah yang masih bertahan sampai saat ini, semoga tidak punah. Mari kita lestarikan kotekan lesung jangan sampai di ambil atau di lestarikan bangsa lain.

 

Sumber : suparno- ari

Editor : Awi JP

Redaksi www.journalpolice.id

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.