banner 468x60

KONI BLORA: TIDAK BENAR ADANYA UANG KONI YANG RAIB SENILAI 1.4 MILYAR TAHUN 2015

banner 160x600
banner 468x60

JP-Blora -KONI Blora ( Komite Olahraga Nasional Indonesia)menyayangkan terjadinya pemberitaan yang dianggap tidak benar dan menyerang instansi yang membidangi Olah Raga ini.

team berhasil menemui Hery Sutiyono Ketua KONI periode 2019-2023 di kantor KONI yang beralamatkan di Jl. Kolonel Sunandar No. 63 Mlangsen, Blora.
“kami menyayangkan adanya pemberitaan miring dan cenderung fitnah yang menghantam instansi kami”kata ketua KONI.“baiknya, pemberitaan harus berimbang antara kedua belah pihak.

Saya dan semua pengurus KONI sempat shock dengan adanya pemberitaan ini.”lanjutnya
Kepada media journalpolice, Pihaknya menjelaskan bagaimana Kronologi LHP BPK tahun 2016, pada saat BPK melakukan pemeriksaan pada 27 april 2016 di DINDIKPORA,ada 5 dari 29 cabor (cabang olah raga) yang terlambat melaporkan SPJ (surat pertanggungjawaban) antara lain Cabor YUDO, Cabor TINJU, Cabor SILAT, Cabor Karate, Cabor Golf.

Pihaknya sudah mengingatkan kelima Cabor tersebut melalui surat tagihan ketiga/ terakhir No. 031/KONI/BLA/II/2016 tanggal 11 februari 2016 terkait surat pertanggungjawaban.

“inilah yang menjadi alasan BPK dana 1,4 Milyar itu belum dipertanggungjawabkan. BPK memberikan jangka waktu 6 bulan. sudah kami susulkan semua pada saat itu juga”kata Hery menjelaskan.

Hery Sutiyono juga menjelaskan, bahwa dana senilai itu sudah dibagikan ke masing masing Cabang olahraga setelah adanya rapat kesepakatan bersama “kami hanya menerima dana untuk operasional saja, itupun tidak lebih dari 10 % dari dana Hibah,semua langsung kerekening masing-masing Cabang Olah raga”tegasnya.

Di lain pihak, Wahono sebagai ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Blora juga menyayangkan dengan adanya pemberitaan yang dirasa kurang berimbang”saya selalu menyarankan kepada teman-teman wartawan untuk selalu memegang teguh kode etik jurnalistik terutama pasal 3”jelasnya.

“kami juga sudah menyarankan kepada KONI untuk menggunakan hak jawabnya, akan tetapi ada pandangan lain dari pihak KONI sendiri untuk tidak menggunakannya”tutup ketua PWi.(red.mjp/pras)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.