banner 468x60

Kompak Gruduk Polda Jateng LSM, ORMAS dan Media Tolak Paham Radikalisme anti Pancasila

banner 160x600
banner 468x60


SEMARANG | Jawa Tengah, Ratusan massa dari beberapa elemen organisasi kemasyarakatan, media juga ada menggeruduk markas Polda Jawa Tengah, Kamis (9/6) pagi. Mereka menyatakan sikap menuntut kepolisian untuk menindak tegas adanya aksi Khilafatul Muslimim yang diindikasikan eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Salah satu orator berbaju Patriot Garuda Nusantara (PGN) menegaskan, pihaknya siap melawan gerakan gerakan politik berbaju agama yang hendak mengganti bentuk dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, “Kami ikut berjuang membubarkan pawai HTI, kami ikut berjuang membubarkan upaya pendirian FPI (Front Pembela Islam) di Jawa Tengah,” seru Mustofa Mahendra alias Gus Nofa.

Selaku panglima Laksus Darah Garuda, Gus Nofa juga menegaskan tidak menginginkan adanya kegiatan-kegiatan dari para aktivis eks dua ormas terlarang tersebut. Ia memekikkan semangat juang bela negara, “Kami siap bersatu membela negara ini. Tolong tuntutuan kami ini juga diteruskan sampai Polri,” pintanya.

Penegasan senada juga disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah, Ahsan Fauzi yang menyatakan sikap mendukung pembersihan masjid dari paham radikal intoleran.

“Kami juga siap mengawal masjid-masjid dari paham-paham radikal intoleran yang membahayakan NKRI,” tandasnya.

Selain PGN, Laksus Darah Garuda dan Prima DMI Jawa Tengah, juga ada Gerakan Masyarakat Anti Radikalisme, Intoleransi dan Sara (Gemarasa) Jateng, Pok Media, Cyberhoax, Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih yang ikut bergabung dalam aksi pernyataan sikap tersebut.

Mereka dengan tegas menyatakan dukungan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas kasus yang meresahkan masyarakat tersebut. Mereka menegaskan menolak paham dan bentuk negara khilafah. Pernyataan tersebut tertuang dalam pernyataan sikap dari masing-masing Ormas yang diberikan kepada perwakilan Polda Jateng.

Pimpinan Redaksi JP uangkapkan kenapa media ikut aksi ini bersama-sama ormas,lsm pagi ini agar NKRI selalu kuat bersatu serta mendukung ormas penegak pancasila pendukung keutuhan NKRI, serta menindak tegas Kelompok yang berusaha merong rong keutuhan NKRI.

dimana mereka menyebarkan melalui media , media masa dengan membabi buta yang menurut kami tidak ada Legalitas maka polri perlu memberantas media media tersebut yang terindikasi provokasi serta propaganda, apalagi selalu membuat berita hoax perpecahan, membahayakan keutuhan NKRI.

media adalah cahaya buat masyarakat, kelompok kelompok ini selalu berubah nama dan jenis namun tujuan sama mereka akan meruntuhkan NKRI dengan menentang pancasila menganti dengan paham radikalisme.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT) Polda Jateng, AKBP Makmur yang menemui para peserta aksi menyampaikan terima kasih atas dukungan dan keperyaan masyarakat kepada polisi dalam menjaga ketentraman masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada saudara-saudaraku semua yang terus peduli dengan bangsa ini, dan masih menaruh kepercayaan kepada kepolisian. Terima kasih semuanya, berkas ini saya terima,” tuturnya. (*)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.