banner 468x60

Kisah Inspurasi “Si Mantan Preman” GANDOK “, Jadi Petani Sukses Sekali Panen Rp. 800 Juta

banner 160x600
banner 468x60


JP__DEMAK, Titik balik kehidupan Abdul Rokhim atau yang akrab dipanggil “GANDOK” (48) terjadi saat dirinya sedang kejepit / sedang tidak ada pekerjaan terlebih ia memiliki empat buah hatinya yang sudah mulai beranjak dewasa.

Mantan preman dan penjudi tersebut akhirnya banting setir menjadi petani. Keputusan pria asal Pucanggading, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, tersebut akhirnya berbuah manis.

Gandok menjadi petani sukses dengan penghasilan kurang lebih Rp 800 juta. 10 kali panen cabe, dengan luas tanah 2 hektar diwilayah Wonosobo tanah sewa, selain itu Gandok juga menanam cabe di Desa Batursari, Selain itu kerja keras GANDOK berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi para pengangguran.

Berikut ini fakta di balik kisah inspiratif dari sosok : Abdul Rokhim atau yang akrab dipanggil “GANDOK”.

1. “Dunia “jalanan” sempat menjerumuskan hidup Gandok”.

Abdul Rokhim atau yang akrab dipanggil “GANDOK” masih teringat kerasnya hidupnya sebelum menekuni sebagai petani.

Selain itu, dirinya sangat akrab dengan minuman keras dan meja judi. Kehidupan jalanan tersebut ternyata berimbas kepada pekerjaannya.

2. Hidup Gandok berubah karena alasan ini.

Abdul Rokhim atau yang akrab dipanggil “GANDOK”.
Lahan kebun sayur siap tanam yang dikelola Gandok di Batursari, Demak.

Titik balik kehidupan Abdul Rokhim (48) terjadi saat pria empat anak itu kerap memperhatikan anak-anaknya mulai beranjak dewasa.

Hal ini menyadarkan dirinya akan kebutuhan biaya pendidikan mereka.

“Dari melihat anak itulah saya mulai sadar bahwa saya harus berubah, apalagi anak-anak sudah mulai dewasa dan membutuhkan biaya pendidikan,” kata Gandok, Kamis 5 Maret 2020.

Berjalannya waktu, Gandok akhirnya menemukan kehendak hati untuk menjadi petani. Niat itu muncul saat Gandok sering melihat para petani menyirami tanaman cabe mereka.

Selain Petani Cabe Gandok juga mengelola limbah gergaji kayu (Grajen) dan petani ikan air tawar.(war BI)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.