banner 468x60

KIN RI : POLEMIK PERMASALAHAN TANAH RAZALI BERMULA SALAH UKUR Di Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kab Bengkalis, Prop Riau.

banner 160x600
banner 468x60

JP | Jakarta , Tim advokasi dari KIN RI menjelaskan detail polemik permasalahan tanah razali yang berada Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau.kepada awak media jp sebagai berikut .

(1) ASAL MUASAL TANAH RAZALI
Asal muasal kepemilikan bidang tanah sehingga dimiliki oleh Razali adalah
bermula dari Aban yang memiliki tanah garapan seluas 40 Jalur, bidang tanah 40
jalur tersebut pernah disengketakan antara Aban dengan Usman, namun di antara keduanya melakukan perdamaian dengan cara membagi 2 (dua) bidang tanah
tersebut secara merata yaitu masing-masing memperoleh 20 Jalur, bidang tanah
seluas 20 Jalur milik Usman kemudian dijual kepada Robin Barus yaitu merupakan suami dari Maria Tambunan, sedangkan bidang tanah 20 Jalur yang berasal dari Aban tersebut dijual sebanyak 10 Jalur kepada Soli,

sedangkan yang 10 jalur lagi kemudian dibeli oleh Razali berdasarkan alas hak berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) tanggal 1 Jun i 1981, Surat Keterangan Ganti Rugi Tanah (SKGRT) tanggal 15 Januari 1980 dan Surat KWITANSI tanggal 9-5-1981, setelah diukur diketahui bidang tanah seluas 10 Jalur yang telah dibeli Razali adalah berjumlah seluas ±
19.360M

(2) TANAH RAZALI TELAH DIBULDOZER
Sekitar tanggal 15 Juni, tanah Bapak Razali & Joni dengan total seluas ±
19.360 M yang terletak di Km 8, Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan,
Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau, telah diboldozer dan berusaha diserobot dan dikuasai oleh pihak yang belum diketahui asal usulnya, tindakan buldozer tersebut dilakukan dengan cara menggerakkan sebuah kendaraan besar PC masuk kedalam bidang tanah tanpa seizin dan tanpa sepengetahuan dari Razali, kemudian merusak dan menghancurkan pohon pisang, pepaya dan beberapa pohon lain ditumbangkan hingga rata dengan tanah saat ini ;

Bidang tanah tersebut awalnya diperoleh Bapak Razali pada tahun 1981 dengan berdasarkan alas hak berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) tanggal 1 Juni 1981, Surat Keterangan Ganti Rugi Tanah (SKGRT) tanggal 15 Januari 1980 dan Surat KWITANSI tanggal 9-5-1981, dan pada tahun 2004 tanah tersebut
sempat dikuasai fisik olehnya dengan menugaskan Ummi Kalsum untuk merawat,
menggarap dan mengawasi tanah tersebut, akan tetapi karena ditakut-takuti oleh
Gultom yang mengaku disuruh oleh Hinsatopa Simatupang yang kemudian
berusaha mendaftarkan hak atas tanah tersebut secara melawan hukum karena
bidang tanah Razali telah dijadikan sebagai obyek sertifikasi hingga terbit SHM

(3) SHM NO 64/DESA PETANI Ir. HINSATOPSIMATUPANG TELAH DIBATALKAN

Pada pertengahan tahun 2019, Bapak Razali & Joni telah menyampaikan
Gugatan TUN yang telah diputus dan mempunyai kekuatan hukum tetap yang
Menyatakan batal atau tidak sah atas Keputusan yang diterbitkan oleh Tergugat
berupa Surat Sertifikat Hak Milik Nomor 64/Desa Petani tanggal 22 Maret 1996,
Gambar Situasi Tanggal 04-03-1996 Nomor: 2.655/1996, dengan luas tanah 17.291
m², atas nama Ir. HINSATOPA SIMATUPANG” berdasarkan Putusan Pengadilan
Tata Usaha Negara Pekanbaru Nomor: 32/G/2019/PTUN.PBR . Putusan
Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Nomor :25/B/PT.TUN.MDN.
(4) RAZALI MELAPORKAN KE KOMITE INVESTIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA (KIN-RI) Pada bulan 25 Juni 2020 , Razali & Joni telah menyampaikan Permohonan Perlindungan Hukum kepada Komite Investigasi Negara (KIN) untuk melakukan suatu investigasi menyeluruh sekaligus suatu upaya dan tindakan hukum yang tegas

untuk melindungi hak-haknya dari adanya upaya dan atau tindakan penyerobotan
dan pengrusakan yang terjadi pada bulan Juni 2020 di atas bidang tanah Bapak
Razali & Joni seluas ± 19.360 M yang terletak di Km 8, Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau, yang dilakukan dengan cara membuldozer dan berusaha menyerobot, menguasai tanah tersebut dengan cara menggerakkan sebuah kendaraan besar PC masuk kedalam bidang tanah tanpa seizin dan tanpa sepengetahuan dari Razali dan Joni, kemudian merusak dan menghancurkan pohon pisang, pepaya dan beberapa pohon lain ditumbangkan hingga rata dengan tanah saat ini, dan Komite Investigasi Negara (KIN) akan segera melakukan proses penyelidikan dan pengawasan atas laporan dari Razali & Joni

(5) OBYEK TANAH SHM NO 64/DESA PETANI ADALAH SALAH LOKASI

Bidang tanah yang dimaksudkan dalam SHM No.:64/Desa Petani tanggal 22
Maret 1996, Gambar Situasi Tanggal 04-03-1996 Nomor: 2.655/1996, atas nama
Ir. HINSATOPA SIMATUPANG adalah keliru lokasinya dimana hal itu terjadi pada
saat dilakukan proses pengukuran untuk penerbitan Obyek Sengketa untuk pertama
kalinya, sebab bidang tanah seluas 17.291 m² yang disebutkan berada dalam area Desa Petani, Kecamatan Mandau,

pada saat dilakukan sidang pemeriksaan setempat dalam Perkara Tata Usaha Negara Pekanbaru terbukti obyek bidang tanah sebenarnya adalah terletak di Km 8, Desa Balai Makan yang kemudian menjadi
Desa Sebangar dalam Wilayah Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis,
Propinsi Riau, yang notabene adalah menunjuk bidang tanah Razali pungkasnya.(juwani /tim jp)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.