banner 468x60

Ketua LPKSM PUTRA LAWU Sayangkan Oknum Perbankan : Lima Karyawan BPR BKK Cabang Juwana Pati Dijebloskan Kepenjara

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | PATI – rois hidayat selaku ketua LPKSM PUTRA LAWU sayangkan kejadian oknum-oknum jasa keuangan masih saja terjadi penyelewengan terhadap nasabahnya , dan terjadi di pati. Lima karyawan BPR BKK cabang Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dijebloskan ke penjara atas tuduhan tindak pidana korupsi yang menyebabkan BPR BKK Cabang Juwa mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Herry Setyawan kepada sejumlah wartawan, Rabu, (18/5/2022) membenarkan adanya kabar tersebut.

“Tanggagl 10 Mei 2022 lalu Polres Pati menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Pati, dan pada tanggal 17 Mei 2022 kemarin, berkas perkara sudah kita limpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang,” kata Herry Setyawan

Kelima karyawan tersebut berinisial W (42) yang merupakan warga kabupaten Brebes yang bertempat tinggal di Desa Muktiharjo, kecamatan Margorejo, DS (44) Perum Griya Pesona Sidokerto, kecamatan Pati, BS (52) warga Desa Puri, kecamatan Pati, HS (58) warga Desa Tamansari, kecamatan Jakenan dan H (45) warga Desa Sidowayah, kecamatan Rembang, kabupaten Rembang.

“Kelima Tersangka telah melanggar UU No.31 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat (1) jo 18 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 20 Tahun dan atau denda maksimal 1 Milyar,” ujarnya

Berikut kronologi kejadianya. Bahwa dalam kurun waktu tahun 2017 di PD BPR BKK Pati cabang Juwana telah melakukan pencairan pinjaman terhadap 8 (delapan) orang nasabah yang menggunakan barang jaminan berupa surat/ BPKB kendaraan bermotor roda 4 yang diduga palsu. Peristiwa tersebut diketahui setelah ada temuan dari Otoritas Jasa Keuangan Regional III Jateng DIY pada pemeriksaan regular tahun 2018 bahwa terjadi pinjaman macet dengan agunan berupa BPKB. Dari temuan tersebut ditindak lanjuti dengan Surat Perintah Direksi BPR BKK Kabupaten Pati menugaskan saksi Dedi Rekso, S.H., M.H.

selaku Kepala Bidang Penyelamat Kredit bersama dengan saksi Florentina Wahyu Addi Driyana Dewi, S.P. selaku Koordinator Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) untuk melakukan tugas khusus investigasi terhadap kredit yang bermasalah di PD BPR BKK Pati cabang Juwana dari hasil investigasi ditemukan perbuatan tersangka W (42) selaku Kasi Pemasaran dan tersangka DS (44) selaku fungsi kredit yang melayani 5 (lima) permohonan kredit di PD BPR BKK Pati cabang Juwana setelah itu diganti tersangka BS (52) selaku Fungsi Kredit yang melayani 3 (tiga) permohonan kredit di PD BPR BKK Pati cabang Juwana telah menyalahgunakan tugas, fungsi dan wewenangnya dengan cara pemberian kredit kepada 8 (delapan) orang pemohon kredit dimana dalam Proses OTS (On The Spot) hasilnya dituangkan dalam Laporan Analisa Kredit,

Laporan Analisa Usaha dan Laporan Penilaian Agunan tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peratuan dan Keputusan Direksi PD BPR BKK Pati. Tersangka W (42) juga menerima uang fee dari nasabah yang pengajuan kreditnya telah cair dan uang fee dibagi dengan tersangka DS (44).

Bahwa setelah persyaratan permohonan pinjaman dari 8 (delapan) pemohon lengkap sesuai dengan ceklist oleh tersangka W (42) diajukan secara berjenjang kepada pimpinan sesuai dengan batas kewenangan memutus kredit di PD BPR BKK Pati yaitu saksi Hirman Santosa, ST selaku pimpinan cabang Juwana menyetujui pinjaman Rp. 1 s/d Rp. 25.000.000,-, saksi Kurniawan Nor Hendratno, S.Sos selaku Direktur Pemasaran menyetujui pinjaman Rp.25.000.001,- s/d Rp. 50.000.000,-, saksi Slamet Widodo, SE selaku Direktur Utama di PD BPR BKK Pati menyetujui pinjaman Rp. 50.000.001,- s/d Rp.100.000.000,-.

Setelah dilakukan audit ivestigasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah ditemukan kerugian keuangan negara c.q PD. BPR BKK Pati Cabang Juwana sebesar Rp. 307.900.000,- yang kemudian diperoleh beberapa kali angsuran pembayaran dari nasabah sehingga sampai dengan bulan Desember 2021 masih terdapat tunggakan pembayaran sebesar Rp. 140.853.151,-.

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.