banner 468x60

Keraton jogja labuhan diMerapi

85 views
banner 160x600
banner 468x60

Keraton Yogyakarta serahkan “ubo rampe” 

Keraton Yogyakarta serahkan "ubo rampe" labuhan Merapi

Journalpolice , Jogja – Upacara Adat Labuhan Merapi Sejumlah abdi dalem mengikuti upacara adat Labuhan Merapi di Lereng Gunung Merapi, Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (9/5/2016). Upacara adat yang diikuti oleh ratusan abdi dalem dan masyarakat itu menjadi rangkaian peringatan naik takhta Sultan Hamengku Buwono X dan menjadi simbol ungkapan syukur atas segala keselamatan serta rejeki dari Tuhan. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc//16) ()

Sleman  – Keraton Yogyakarta menyerahkan “ubo rampe” atau perlengkapan Labuhan Gunung Merapi kepada Juru kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo didampingi Camat Cangkringan di Kantor Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis.

Upacara penyerahan “ubo rampe” Labuhan Gunung Merapi dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta bersama Camat Depok, Kepala Desa Caturtunggal, Kepala Desa Condongcatur dan Kepala Desa Maguwoharjo.

Turut hadir dalam penyerahan tersebut Kepala Bidang Peninggalan Budaya dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Siswanto dan sejumlah tokoh masyarakat dan sejuah komunitas relawan di lereng Merapi.

“Labuhan Merapi ini merupakan kegiatan rutin tahunan setiap 30 Rejeb (kalender Jawa) dalam rangka memperingati Jumenengan Dalem (naik tahta) Sri Sultan Hamengku Buwono X,” kata Camat Cangkringan Edy Harmana.

Menurut dia, labuhan Merapi ini dengan tujuan untuk memohon perlindungan dan keselamatan warga lereng Merapi khususnya dan masyarakat Yogyakarta pada umumnya.

“Ubo rampe” tersebut setelah diterima Camat Cangkringan selanjutnya diserahkan kepada Kepala Desa Umbulharjo kemudian diserahkan kepada Juru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo untuk disemayamkan semalam di Joglo Kinahrejo atau petilasan Rumah Mbah Marijan di Kinahrejo.

Sedangkan Jumat pagi 28 April dimulai pukul 05.30 semua “ubo rampe” dilabuh ke Bangsal Sri Manganti di Pos I Pendakian Gunung Merapi dengan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sekitar dua jam.

Seadangka “ubo rampe” yang diserahkan untuk dilabuh tersebut berupa sinjang limar satu lembar, sinjang cangkring satu lembar, semekan gadhung satu lembar, semekan gadhung melati satu lembar, paningset udaraga satu lembar, kambil watangan satu biji, seswangen 10 biji, seloratus lisah konyoh satu buntal, yotro tindih dua amplop, destar doromuluk satu lembar.

Ikut menyertai “uba rampe” labuhan yakni kembang setaman, nasi tumpeng, ingkung serta serundeng, yang dibagikan kepada setiap pengunjung selesai upacara labuhan.

Editor: Awi JP

Keraton Yogyakarta rayakan Lebaran 7 Juli
Monumen erupsi Merapi jalur wajib "Volcano Tour"
sumber ari antara
Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.