banner 468x60

Keputusan Partai, Anggota DPRD Fraksi Golkar Ramai-ramai Bolos Saat Rapat Paripurna Hak Angket

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | PATI – Gagalnya Rapat Paripurna pembentukan pansus hak angket pada, Selasa 17 Mei 2022 lalu disebabkan beberapa faktor, antara lain tidak hadirnya sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari fraksi Golkar dan Gerindra.

Padahal sebelumnya pimpinam DPRD Pati sudah berkirim surat kemasing-masing fraksi, akan tetapi ada fraksi yang tidak hadir saat rapat paripurna hak angket.

Sukarno, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari fraksi Golkar yang bolos saat rapat paripurna hak angket kepada sejumlah wartawan mengaku tidak menampik hal tersebut.

“Sebagai DPRD, yang disatu sisi saya sebagai orang partai dan disatu sisi saya sebagai wakil rakyat, secara pribadi saya pengen hal itu (hak angket-red) ditindak lanjuti,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Senin (23/5/2022)

Sukarno menjelaskan ketidak hadiranya anggota DPRD dari Fraksi Golkar bukan tanpa alasan, sebab sesuai hasil Rapat Pimpinan (Rapim) partai dan sudah menjadi keputusan bersama untuk tidak mengikuti rapat paripurna hak angket.

“Alasanya partai Golkar menganggap proses pengisian perangka desa sudah sesuai dan tidak ada masalah,” ungkapnya

Terpisah, keluar ruangan Fraksi dengan langkah tergesa-gesa, Ketua Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati begitu kompak memberi jawaban yang sama terkait bolosnya Fraksi Golkar dari rapat paripuna hak angket.

“Kita tunggu saja, ini kan belum finis. Dari Rapim kami memutuskan tidak hadir dan itu sudah menjadi keputusan partai,” cetusnya

Sebelumnya, Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin megkleim adanya lobi terhadap anggota DPRD untuk membatalkan rapat paripurna hak angket. Rapat sendiri sesuia aturan langsung diambil alih pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi.

“Mekanisme ini harus kita ikuti, karena tahapan sudah kita lalui, dan nanti masyarakat yang bisa menilai mereka yang tidak hadir. Ada apa dibalik semua ini, biar masyarakat yang menghakimi,” sesalnya

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.