banner 468x60

Kepsek SMPN 4 Juwana Bantah Adanya Pungli, Wali Murid : Pengambilan Ijasah dan Perpisahan Harus Bayar

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | Pati – Kepala Sekolah SMPN 4 Juwana, Siti Nurhayati Kabupaten Pati, Jawa Tengah bantah adanya pungutan liar terkait pengambilan ijasah dan perpisahan kelulusan murid periode tahun ajaran 2020/2021.

Saat dikonfirmasi wartawandi ruang kerjanya, Sabtu (4/9/2020). Siti Nuryati membantah jika informasi dari wali murid itu tidak benar adanya dan tidak ada hal seperti itu.

” Informasi itu tidak benar mas, pihak sekolah malah bingung karena ada beberapa ijasah yang sampai saat ini belum diambil dan tidak ada pungutan terkait acara perpisahan kelulusan murid.” Katanya

Menurutnya, pihak sekolahan malah khawatir jika ijasah para murid tidak diambil secepatnya, karena itu merupakan dokumen penting dan di takutkan hilang. Pihak sekolah juga menuding jika ijasah yang belum di ambil itu karena muridnya ndableg (bandel-red).

” Pihak sekolah malah khawatir jika ijasah tidak segera diambil, takutnya hilang. Siapa yang bertanggung jawab, padahal itukan dokumen penting. Muridnya saja yang bandel.” Jelasnya

Lain halnya dengan pengakuan beberapa walui murid, sebuah pengakuan yang membuat tercengang dan sekaligus kaget, bahwasanya setiap murid harus wajib membayar Rp. 600.000,- untuk mengambil ijasah dan Rp. 400.000,- untuk iuran perpisahan kelulusan murid.

” Sampai saat ini ijasah anak saya belum saya ambil mas, karena saya belum ada uang, total semua sekitar 1juta, 600ribu untuk pengambilan ijasah dan 400ribu iuran wajib perpisahan murid.” Ungkap S salah satu wali murid kepada wartawan.

Diketahui, jumlah kelulusan murid SMPN 4 Juwana tahun 2020/2021 sekitar 105 murid dan ijasah yang belum dibagikan ke murid sekitar 24 ijasah.

( suf/dn )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.