banner 468x60

Kepala Dinas Pendidikan Pati Dinilai Lamban Dalam Mengambil Sikap Terkait Dugaan Pungli PIP SD Sendangrejo

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id, Pati – Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) kabupaten Pati, Jawa Tengah angkat bicara terkait pemberitaan di sejumlah media online beberapa waktu lalu terkait dugaan pungutan liar (pungli) bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Sendangrejo, kecamatan Tayu, kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kadisdikbud Pati Winarto kepada wartawan, Selasa (2/6/2020) diruang kerjanya mengatakan, pihaknya langsung memanggil kepala sekolah SD Sendangrejo setelah membaca berita di sejumlah media online dengan memerintahkan kepala bidang (kabid) SD dengan cara melakukan kontak dengan korwil dan pengawas terkait kebenaran kabar tersebut.

“Kita langsung panggil kepala sekolah SD Sendangrejo setelah menadapat kebenaran kabar tersebut dari kabid SD yang melakukan kontak dengan korwil dan pengawas.” Kata Winarto

Menurut Winarto, pihak kepala sekolah SD Sendangrejo mengaku jika uang hasil pemotongan bantuan PIP yang terkumpul akan dipergunakan untuk santunan anak yatim,” jumlah total uang yang terkumpul dari pemotongan bantuan PIP Rp.2.900.000-, dan rencana uang itu akan dipergunakan untuk santunan anak yatim.” Jelasnya

Lanjut Winarto, pihaknya menyarankan kepada kepala sekolah untuk mengembalikan uang bantuan PIP yang dipotong, sebab bantuan dari pemerintah harus disalurkan tepat sasaran dan harus diterima oleh sipenerima dalam keadaan utuh100% tanpa ada potongan,” uangnya masih utuh dan kepala sekolah kita suruh untuk mengembalikan uang tersebut, akan tetapi kita tidak tahu uangnya disimpan sama siapa.” Jelasnya

Winarto menyanyangkan atas tindakan yang dilakukan kepala sekolah SD Sendangrejo, karena itu sudah menyalahi aturan dan perbuatan seperti itu (pungli-red) tidak dibenarkan, apapun alasanya,” bantuan dari pemerintah harus diterima 100% bagi penerima, maka dari itu kita sebagai aparat mengajak semua elemen, termasuk wali murid untuk mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan.” Pungkasnya

Terkait permasalahan itu, disdikbud Pati masih mendalami dan mempelajari permasalahan tersebut, pihaknya juga belum berani mengambil tindakan atau sangsi apa yang harus diberikan,” kita dalami dulu permasalahanya, kita belum berani mengambil tindakan dan memberikan sangsi.” Tutup Winarto. ( suf )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.