banner 468x60

Kekeringan: Satlantas Polres Blora, Mulai Blusukan Salurkan Air Bersih

banner 160x600
banner 468x60

JOURNALPOLICE.ID , Blora – Tingginya potensi kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Blora, membuat Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Blora, Selasa (12/9) pagi, merespon cepat dengan blusukan melakukan giat distribusi air bersih ke sejumlah titik yang terdampak kekeringan di Kab. Blora.

Hal itu ditandai dengan pelepasan 10 unit armada atau mobil tangki dengan kapasitas 7000 liter air milik BPBD dan Tangki dari PDAM Blora yang di mulai dari depan kantor Satlantas Polres Blora, pada Selasa (12/9) pagi.

Kasatlantas Polres Blora, AKP Febriyani Aer, S.I.K, menyatakan, 10 armada truk tangki dengan kapasitas 7000 liter air bersih tersebut langsung di distribusikan di beberapa dusun dengan jumlah penduduk kurang lebih mencapai 6.325 jiwa yang terletak di Ds. Jepangrejo, Kecamatan Blora kota.

“Alhamdulillah, Satlantas Polres Blora bisa terjun secara langsung menyalurkan bantuan 70.000 liter air bersih kepada para warga desa yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” kata AKP Febriyani Aer, pada Selasa (12/9).

AKP Febriyani juga menambahkan, untuk mengetahui desa ataupun wilayah terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, pihaknya melakukan lintas koordinasi dengan BPBD Kab. Blora dan PDAM Kab. Blora.

“Kami tidak ingin bantuan tersebut tidak tepat sasaran. Setelah dari Ds. Jepangrejo, kami juga telah menyiapkan bantuan pasokan air bersih untuk 5 Kecamatan yang ada di wilayah Blora. Disitu, sudah ada 30 armada truk tangki yang siap menyalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” ujarnya.

Insert: Kasatlantas Polres Blora, AKP Febriyani Aer, mendistribusikan air bersih kepada warga Ds. Jepangrejo, Kec. Blora.

Lanjut kata dia, aksi giat blusukan dengan menerjunkan puluhan polwan dari Satlantas Polres Blora tersebut, juga merupakan salah satu wujud dari kegiatan sosial kemanusiaan, yang masuk dalam serangkaian acara menyambut HUT Satlantas ke-62 yang jatuh pada (22/09/2017) mendatang.

“Kami berharap, semoga ini bisa bermanfaat dan cukup membantu serta meringankan beban warga sekitar dalam hal mendapatkan pasokan air bersih,” tutur Febriyani.

Secara terpisah, Wawan salah satu warga Ds. Jepangrejo, mengakui, sejak awal bulan Juli 2017 warga desa sudah mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih, karena air dari sumur yang selama ini digunakan untuk kepentingan sehari-hari telah mengering.

“Pada saat ini, untuk memenuhi kebutuhan mandi dan air minum serta kepentingan memasak, para warga disini terpaksa membeli dari pedagang air keliling,” tukasnya.

Ia bersama para warga yang lain mengaku bersyukur mendapatkan bantuan air bersih, karena dengan begitu sudah sangat meringankan beban warga desa, apalagi pada saat kesulitan air bersih seperti sekarang.

Wawan juga menuturkan, untuk mendapatkan pasokan air bersih setiap jerigen berkapasitas 30 liter, para warga biasanya sehari-hari membeli kepada tenaga penyedia air keliling, yang setiap jerigennya mencapai harga Rp2.500,-

“Mudah-mudahan, untuk kedepan ada sebuah solusi jangka panjang, sehingga para warga desa tidak selalu kesulitan mendapatkan air bersih setiap memasuki musim kemarau seperti ini,” pungkasnya.

 

 

 

 

Sumber – TN

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.