banner 468x60

KEKERASAN TERJADI DI LINGKUNGAN PESANTREN KATA TRIAH “SAYA TIDAK TERIMA DAN KECEWA

banner 160x600
banner 468x60

Journal police.id, Ungaran | Peristiwa penganiayaan dialami oleh seorang santri berinisial A di komplek Yayasan ponpes Al Falah
Jalan Ambarawa-Bandungan KM. 05, Kelurahan Jetis Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Sabtu (17/08/2021)

Kejadian tersebut diketahui saat ibu kandung korban Triah 40 tahun yang beralamat di Desa Gondoriyo Dusun jimbaran RT 03/08 Kecamatan Bergas Kab Semarang berkunjung ke PONPES AL FALAH pada minggu 18/08/2021 , Triah menjelaskan saat bertemu anaknya dia shok melihat luka lebam yang terdapat di wajah anaknya, kemudian dia mencoba untuk mencari tau penyebab dari luka tersebut. Selang beberapa saat diketahui penyebab luka tersebut ternyata di aniaya oleh temanya yang berinisial F. Kemudian triah menyampaikan kejadian yang di alami anaknya ke pengurus pondok namun tidak ada tanggapan yang baik, bahkan dia merasa kecewa terhadap perlakuan yg di dapat dari pengela pondok.

Saya sangat kecewa melihat anak saya seperti ini, saya menaruh anak di pondok ini biar anak saya jadi baik aman karena ada pak yai ada bu nyai tapi ternyata anak saya mendapat perlakuan seperti ini saya sangat kecewa ucap Triah. dirinya merasa jengkel lagi setelah ada laporan penganiayaan atau pemukulan terhadap anaknya itu, pihak Pengasuh Ponpes & SMP IT Al Falah hanya diam tidak ada tindak lanjut apapun terhadap pelaku pemukulan.

Saat awak media berkunjung ke rumah korban bertemu Madiono 47 tahun tak lain adalah ayah kandung korban, dia menuturkan kekecewaanya terkait kejadian tersebut, orang tua mana yang tidak marah kecewa melihat anaknya di aniaya, saya sudah visumkan ke puskesmas dan sudah koordinasi dengan tokoh masyarakat sini terangnya.

Dalam kesempatan yang sama korban A juga menuturkan kronologi kejadian yang di alaminya, diduga antara pelaku dan korban awalnya bercanda/ guyon, tiba tiba pelaku F mencekik korban setelah itu memukul dua kali di wajah korban hingga mengakibatkan luka lebam dan pendarahan di hidung. Awale niku geh guyon tiba tiba kulo di cekik, terus di jotos ping kalih sampek irung kulo berdarah terang korban.

Menurut penjelasan yang di sampaikan oleh korban, saat kejadian itu banyak teman temanya yang melihat tapi malah di sorai, tidak langsung di pisah dan di tolong, dan tidak ada pengurus pondok yang menyambngi atau memberi pertolongan pengobtan.

Terkait hal tersebut secara terpisah Istri pengasuh pondok pesantren Al Falah yang biasa disebut Bunda Khoirul Wasiah ketika hendak di konfirmasi oleh awak media, di nilai tidak kooperatif dan cenderung menunjukan sikap negatif. Pasalnya pada pukul 18.00wib/ Ba’da Magrib (18 Juli 2021 ) awak media Koran Pagi dan Journal Police.id mengadakan janji dengan bu Wasiah melalui percakapan WA ,setelah awak media ke pondok ternyata tidak bisa di temui dan tidak bisa di hubungi lagi, setelah menunggu beberapa saat, akhirnya bertemu Ahmad Syamsudin Zuhri tak lain Adalah pengasuh pondok pesantren Al Falah, namun ketika di konfirmasi dirinya menjelaskan dengan tergesa gesa bahwa persoalanya sudah di serahkan semua kepada pengacara.
Untuk persoalan itu silahkan hubungi pengacara kami Bapak Sudardi SH, maaf saya masih ada kegiatan terang syamsudin Zuhry kepada awak media Minggu (18/07/2021) malam.

Terpisah, saat Sudardi SH di konfirmasi oleh awak media Senin (19/07/2021) terkait kasus penganiayaan ini menyatakan, bahwa langkah yang dilakukan akan memberikan pembinaan bersama kepada anak-anak didik di Ponpes & SMP IT Al Falah tersebut. Karena baik yang dipukul maupun yang memukul sama-sama siswa Ponpes & SMP IT Al Falah. JP/rsd

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.