banner 468x60

Karanganyar Jadi Desa IT Inspirasi Desa Lainya

139 views
banner 160x600
banner 468x60


Journalpolice.id,KARANGANYAR-Era perkembangan teknologi informasi (TI) memberikan tantangan dalam pembangunan ekonomi desa. Desa dituntut harus mampu beradaptasi mengikuti kemajuan teknologi dengan mengurangi kesenjangan digital melalui pengembangan desa digital.

Untuk itu, peningkatan sumber daya manusia yang paham digital sangat dibutuhkan dalam pengembangan desa digital agar mampu menggerakkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Prinsip pembangunan desa harus menjadikan warga desa sebagai subjek pembangunan. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui kegiatan pelatihan, pendampingan dan literasi digital untuk membentuk SDM talenta digital,” kata Yonathan, pendiri BUMDESTRANS.

Hal itu dikatakan usai temu bisnis dan sosialisasi program Desa Digital 2022 di Resto Pandan Wangi, Karanganyar, Rabu (3/8/2022). Hadir dalam kesempatan itu ketua asosiasi BUMDES Karanganyar dr. Santoso Arie Winarto dan sejumlah perwakilan perwakilan BUMDES.

‘Saya kira tema yang kita angkat yakni Kemitraan untuk Pembangunan Desa, Asosiasi BUMDES Karanganyar dengan BUMDESTRANS pada acara ini sangat relevan dengan arah kebijakan pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut Yonathan mengatakan, Pemerintah terus berupaya meningkatkan percepatan akses dan pembangunan infrastruktur digital untuk melayani publik secara cepat dan efisien. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30,5 triliun untuk mempercepat transformasi digital penyelenggaraan pemerintahan yang salah satunya adalah untuk pembangunan akses internet di 4.000 desa dan kelurahan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia.

Sampai saat ini telah terdapat 233 desa yang menjadi contoh desa digital di Indonesia. ‘Dan Kabupaten Karanganyar diberikan kepercayaan dari kementerian pedesaan daerah tertinggal dan transmigrasi untuk dijadikan pilot projects,” papar Yonathan.

Ketua asosiasi BUMDES Karanganyar dr. Santoso Arie Winarto menyampaikan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi, mutlak diperlukan dalam pembangunan desa digital melalui penyediaan jaringan, perangkat, aplikasi yang sesuai dengan karakteristik penduduk, serta pendampingan yang tepat bagi masyarakat desa.

Salah satunya program desa digital yang ditujukan untuk menyediakan kualitas layanan internet cepat bagi 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Dikatakan, desa digital telah diwujudkan dalam program strategis nasional membangun jaringan backbone fiber optic dimana sudah beroperasi penuh..Untuk pengembangan desa digital diharapkan dapat lebih optimal dengan adanya dukungan penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi ini.
Dengan diadakannya kemitraan ini diharapkan dapat mewujudkan pemerataan layanan telekomunikasi dan informasi secara masif guna mendukung pengembangan desa digital.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi desa melalui gerakan pemberdayaan yang berbasis kerakyatan dan keumatan, untuk menopang ekonomi nasional,” kata dokter Santos, demikian dia akrab disapa.
Dalam kesempatan itu, Ketua Asosiasi BUMDES Karanganyar menyampaikan apresiasi pada Pemkab Karanganyar yang terus mendukung upaya pihak ketiga ataupun mitra pemerintah dalam mengembangkan potensi ekonomi desa melalui program desa digital yang diprakarsai asosiasi Bumdes Karanganyar, ICT icon+, BUMDESTRANS dan PT timdis.id.
Sebelumnya, team BUMDESTRANS sudah mendapat support dari kepala Dispermades Karanganyar, Sundoro. Dia berharap, pengembangan desa digital dapat mendorong pendidikan di pesantren yang mayoritas berada wilayah di pedesaan, dimana teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar, sehingga para ustaz dan santri menjadi SDM yang kompeten dan maju.
Sundoro menekankan, agar prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2022 berfokus pada mewujudkan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa (Sustainable Development Goals/SDGs Desa), SDGs Desa diharapkan menjadi acuan untuk pembangunan desa tahun 2020-2024.
Sebagai upaya terpadu untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional berkelanjutan atau SDGs nasional, SDGs Desa diyakini dapat berkontribusi signifikan terhadap pencapaian SDGs nasional.
Sumber:lokakarya (wawan)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.