KAPOLDA DAN PANGDAM DIMALAM 1 SURO 1952 hje RITUAL NGAMPIL PUSOKO KERATON SURAKARTA


JOURNALPOLICE.ID-Surakarta-Dari pantauan tampak Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto,Ikut prosesi Ngampil Pusoko sebagai abdi dalem keraton kasunanan surakarta pada barisan depan.

seperti peserta kirab lain, mereka mengenakan Jawa, beskap, Sedangkan peserta kirab perempuan memakai pakaian cara Jawa nyampingan ukel ageng mengikuti di belakangnya.

Adat NGAMPIL PUSOKO adalah budaya yang dilakukan oleh Abdi dalem keraton surakarta hadiningrat sebagai sarat utama Mutlak yang Boleh ngampil Pusoko di dalam ritual Malam 1 Suro 1952 jhe. “Tentunya berharap ada hal baik di tahun selanjutnya,

Dalam kesempatan tersebut, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta menjelaskan, Malam Satu Suro ini menjadi peringatan tahun baru dalam penanggalan Jawa.

Ia mengatakan penanggalan Jawa ini merupakan penanggalan gabungan antara perhitungan penanggalan Islam dan perhitungan penanggalan Saka. Adapun dalam tradisi ini sangat identik dengan kirab kerbau.

“Kerbau sangat identik dengan tradisi keraton. Hal ini karena kerbau salah satu bagian yang tidak lepas dari tata cara masyarakat pada saat itu untuk alat transportasi, bahkan jadi simbolis tokoh keraton,” jelas dia.Disinggung terkait persiapan Kebo Bule, ia menjelaskan telah dilakukan gladi beberapa kali.

Perawatan juga dilakukan di kandangnya, Alun-alun selatan.Ada 2 kerban jantan 2 dan betinanya ada 5 ekor,” jelas dia.ada 7 pusaka keraton yang di keluarkan dari dalam keraton.

KRAT CitroDiningrat selaku pangarso acara kirab telah mempersiapkan matang,
segalanya disela-sela kesibukanya masih sempat menegur beberapa abdi dalem supaya mematuhi aturan dan dan tatakrama budaya keraton,

dimalam sakral ini ada beberapa anggota kalatjakra mendapat anugrah Kekancing gelar keraton sangat bangga karena malam 1 suro diaggap suatu berkah jika ada “sesuatu” apalagi dari keraton kasunanan surakarta.

salah satunya paguyuban Kalatjakra anak-anak muda juga di ikut sertakan sebagai keamanan keraton,agar acara ritual malam 1 Suro 1952 hje keraton surakarta hadiningrat berjalan lancar, salah mulai kepolisian, Tni, Banser salah satunya paguyuban Kalatjakra juga ikut hanyengkuyung Kirab pusaka dan kebo ky slamet yang dipercaya masyarakat surakarta kususnya,diakhir ritual diberi kesempatan untuk berfoto bersma kanjeng ratu dan di ajak makan surut sesaji pusoko kraton solo.

Kalatjakra menugaskan 200 anggotanya yang ikut kirab Pusoko dan kebo bule ky slamet dan ratusan lain di titik2 tertentu berjumlah 300anggotanya kata ketua Paguyuban Kalatjakra wawan pramono SE, dalam kirab pusoko tersebut lancar aman tidak ada kendala apapun para abdi dalem semua ikut dalam rangka nyengkuyung Kirab.

Dari berbagai daerah pamengkasan madura, jakarta, boyolali, sragen, wonogiri, magetan dan beberapa daerah lainya, para seniman dalang dan persatuan rias soloraya juga ikut meramaikan,

di sela-prosesi perjalanan ada kejadian mistis terjadi di barisan pusaka tiga ada Suara teriakan,… mengatakan ada salah satu simbol ky kebo bule ngamuk, ternyata sampai barisan delapan dan ketuju tidak ada apa apa,

namun hanya ada sesuatu yg belari bergemuruh dibarisan tengah pusoko 3 sd 7 dan mengenai warung di pinggir jalan trotoar Gemblegan sampai barisan pusaka ke 7 hanya mendengar kegemuruh binatang lari tak ada ada wujudnya,

semua pengunjung di barisan itu mengetahui dan tidak ada yang berani komentar

karena prosesi sedang berjalan ,salah satu ritual tahunan yang diadakan keraton surakarta selalu ada kejadian-kejadian Mistis di malam 1 Suro.Red.Mjp/R.hidayat