banner 468x60

Kades Kendalasem, Demak Terpidana 3tahun Kasus Penipuan dan Penggelapan Bisnis Garam kok hirup Udara Bebas ada apa?

banner 160x600
banner 468x60

JournalPolice.Id_Demak, Jateng – Proses hukum terhadap Kepala Desa Kendalasem, Kecamatan Wedung, Kabupaten Jepara, diduga ada kejanggalan dari hasil penelusuran awak media Journal Police Jepara.

Awak media kami pada Selasa, 01/03/22 saat mendatangi kantor desa Kendalasem, mendapati Kepala Desa tidak ada di tempat dan dari keterangan salah satu perangkat Desa. Dia menginformasikan kalau Kades berada di rumah lalu tim media Journal Police bergegas mendatangi rumah Kades.

Ternyata informasi yang disampaikan benar, pak Kades ada di rumah. Awak media kami bertemu dan diterima dengan baik oleh Kades Kendalasem.

Selanjutnya kami langsung klarifikasi terkait perkembangan kasus yang menimpanya. Dengan lugas dan santai Kades menjawab, bahwa dia tidak merasa bersalah, bahkan dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media kami, NF,
Kades Kendalasem mengatakan bahwa, seolah-olah kasusnya sudah diatur dan sudah ada pengkondisian.

Kades NF juga menerangkan kronologis terjadinya perjanjian kontrak tersebut.
Semua berawal dari antara pihak korban dan pelaku dikenalkan seorang teman. Yang pada akhirnya mereka sepakat melakukan perjanjian kerjasama tertanggal 22 September 2018. Pada saat itu dicek benar ada banyak garam di gudang Kades NF, korban dalam hal ini Ida Yuvita, percaya, karena NF seorang Kades. Korban semakin yakin dengan omongan Kades pada saat itu. Karena dalam pembicaraannya, Kades NF mengatakan, aku iki Kepala Desa, ora mungkin ngapusi (tidak mungkin menipu, Red.), sehingga membuat korban percaya.

Beberapa bulan kemudian, korban mendatangi gudang Kades NF dan mendapati bahwa gudang itu kosong, tidak ada garamnya. Seketika, korban mempertanyakan dimana garam tersebut kepada yang bersangkutan (Kades NF, Res). Namun tidak ada tanggapan. Selanjutnya, korban melaporkan NF Kades Kendalasem ke pihak Polres Demak, pada tanggal 19 Juni 2019 tentang peristiwa yang diduga tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan tersebut, sesuai dengan pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

Diperoleh informasi, pelaku yaitu Kepala Desa Kendalasem Demak, NF telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penipuan. Dimana yang bersangkutan telah menerima total uang sebesar 500juta dari korban yang bernama Ida Yuvita. Uang itu digunakan sebagai pembayaran pembelian garam, dengan jumlah 400 ton, yang dititipkan di gudang NF Kades Kendalasem. Dengan maksud, untuk disimpan sementara waktu, menunggu harga garam naik dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Hingga akhirnya, proses hukum dalam kasus ini terus berjalan. Dan sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Demak tanggal 16 April 2020 No. : 1/Pid.B/2020/ PN.Demak, yang berbunyi bahwa, menyatakan terdakwa Najmul Fatah Bin H. Nur Ahmad terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana penggelapan dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa penjara selama 2 tahun enam bulan.

Karena tidak terima keputusan dari hakim Pengadilan Negeri Demak, lalu Najmul Fatah pada tanggal 23 April 2020, terdakwa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Semarang melalui kuasa hukumnya terhadap putusan Pengadilan Negeri Demak tersebut.

Hasil keputusan banding di Pengadilan Tinggi Semarang per tanggal 24 Juni 2020 Nomor 226/PID/2020/PT.SMG terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman selama 3 tahun.

Anehnya, saat dikonfirmasi dan diwawancara oleh media JP di kediamannya, mengapa NF tidak ditahan dan apa karena mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Terdakwa NF mengatakan bahwa, “Saya menjadi tahanan kota dengan jaminan uang 50 juta, yang diserahkan kepada Hakim melalui pengacara saya, dan juga ada jaminan keluarga serta Camat Wedung,” ungkapnya.

Dengan adanya jaminan tersebut maka, terdakwa masih bisa melayani masyarakat sampai saat ini.

Selanjutnya Rabu 02/03/22 awak media Journal Police melakukan Investigasi di Kejaksaan Negeri Demak dengan kasipidum sekitar jam 13.30 diwakili oleh salah satu rekan media. Kasipidum saat ditanya terkait perkembangan kasus kades Najmul Fatah Kades Kendalasem beliau ( kasipidum) memberikan keterangan bahwa kasasi dari Kades Najmul Fatah ditolak dan saat ini sedang upaya mengajukan PK ( peninjauan kembali ), dalam keterangan Nya Kasipidum juga mengarahkan kepada jaksa yg menangani perkara tersebut Bu Een akan tetapi jaksa yang bersangkutan sedang ada jadwal sidang sehingga awak media JP belum bisa bertemu, Kasipidum menyarankan untuk datang kembali hari senin pungkasnya.

Dari Kejaksaan Demak tim awak media JP mendatangi Camat Wedung untuk meminta keterangan konfirmasi terkait masalah Kades Kendalasem karena dia (Camat), menjadi salah satu penjamin dari Kades Najmul Fatah, dari keterangan Camat Wedung semua itu dilakukan supaya pelayanan di Desa tetap berjalan, cuma itu alasanya mengingat Kades Kendalasem itu masih baru, saya menjamin hanya pada saat proses hukumnya…terang Camat

Semuanya sudah jelas bahwa penjaminan yang dilakukan oleh Camat Wedung hanya selama proses hukum Kades Najmul Fatah berjalan, jika sudah ada keputusan dari pengadilan dan dinyatakan bersalah seharusnya Kades Najmul Fatah di tahan, jika sampai saat ini belum ditahan ada apa dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),
Apabila seorang telah dinyatakan bersalah dan hakim pengadilan memutuskan hukuman maka status dari terdakwa menjadi terpidana. Dalam hal ini terpidana Najmul Fatah Kades Kendalasem Demak tidak ditahan ada apa……?? Apakah hukum bisa dipermainkan, jangan sampai kasus Najmul Fatah ini menciderai nama baik Kejaksaan Negeri Demak.

Media Journal Police akan mengawal terus perkembangan kasus NF Kades Kendalasem Demak sampai kepastian hukum untuk NF benar-benar ditegakkan.
(Red.Jmk/bgs)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.