banner 468x60

KADES DOYONG MIRI MASUK BUI, SALAH GUNAKAN JABATAN

1277 views
banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id-Sragen– Pemeriksaan dilakukan oleh kejari sragen dan setelah pemeriksaan hasil diputuskan sudah. Kali ini Kepala Desa (Kades) Doyong Kecamatan Miri Sragen, SW (40) dijebloskan ke penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) sragen, Jumat (20/07/2018).

Kades perempuan ini ditahan terkait kasus korupsi Dana Desa (DD) pembangunan talud dan drainase yang merugikan negara sebesar Rp 70 juta.

Sementara M. Sumartono selaku Kajari didampingi Kasi Pidsus Adi Nugraha pers di kantornya mengatakan, SW langsung ditahan usai diperiksa kali pertama sebagai tersangka. “Jadi dengan pertimbangan subyektif penyidik, tersangka akhirnya diputuskan langsung ditahan setelah diperiksa,” ujar Sumartono.

“Dalam pengembangan, Dasar penetapan tersangka yang diikuti dengan penahanan ini didasari dari beberapa faktor. Di antaranya telah ditemukannya barang bukti (BB) terkait kasus korupsi tersebut. Penyidik juga menilai tersangka kurang kooperatif dan dikhawatirkan akan mempengaruhi saksi lain.”imbuhnya.

“Jadi tersangka ini kami nilai kurang kooperatif. Saat beberapa kali dipanggil untuk diperiksa, selalu saja ada alasannya” jelasnya.

Tersangka akan dijerat pasal 2,3 dan 9 Undang-Undang (UU) 31/1999 jo UU nomer 20/2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman seumur hidup. “Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan dan selebihnya bisa diperpanjang sesuai kebutuhan,” tandas Sumarsono.

Terkait kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini, Sumarsono mengaku bisa belum bisa memastikan, dan bergantung perkembangan penyidikannya nanti bagaimana. Sejauh ini sudah ada 10 saksi yang telah dimintai keterangan dan akan dipanggil lagi guna kepentingan pemberkasan tersangka.

Selain itu, tersangka juga memanipulasi laporan biaya tenaga kerja dalam proyek, dimana tenaga kerja yang mestinya gratis karena gotong royong warga, ternyata dilaporkan masuk biaya. Sementara sisa dana pelaksanaan proyek kemudian dibagi-bagi.

Dalam kasus ini, tersangka melakukan penyalahgunaan wewenang berupa pembuatan laporan pemakaian dana yang melebih kebutuhan alias mark up.

“Nanti 10 saksi ini akan kami panggil lagi untuk pemberkasan. Dimungkinkan jumlah saksi yang dipanggil akan bertambah, sesuai kebutuhan penyidik,” tuturnya.

Sumber : wrst fb

Editor: R.hidayat

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.