banner 468x60

Jepara Tambang Galian Batu Di Duga Tidak Kantongi Izin Resmi

banner 160x600
banner 468x60


Hasil investigasi awak media JournalPolice.id Rabu/15/12/21

Jepara, JP |Tepatnya di Desa Pancur Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara.Terdapat beberapa aktifitas tambang galian C diduga ilegal di beberapa tempat di Desa Pancur terlihat secara terang terangan melakukan aktifitas pertambanganya secara terbuka dan seolah tidak ada ketakutan sedikitpun melakukan aktifitas tambang ilegal tersebut.

Dari hasil penelusuran yang telah dilakukan oleh awak media JP. ada tambang galian batu milik seorang pengusaha N di duga tanpa mengantongi izin SIUP dan IUP dan sudah beraktifitas cukup lama hingga menimbulkan keresahan banyak warga,

Terpantau ” Aktivitas tambang galian C milik pengusaha N terlihat ramai truck Dum antri ”

Saat berada di lokasi tambang galian C milik N jelas terlihat aktivitas mobil dum truk antri untuk mengangkut batu-batu yang sudah dipecahkan mengunakan alat berat selanjutnya dimuat diangkut untuk dijual.

Sangat disayangkan mandor lapangan yang mengawasi tambang tersebut seolah acuh melihat kedatangan kami team awak media.

Setelah salah satu team awak media menemui mandor tersebut dan menanyakan izin , bukannya menghubungi pemilik tambang malah menghubungi entah siapa yang katanya anak yang bertugas di jakarta.

” Mandor yang menjaga tambang galian c saat dimintai keterangan malah telepon anaknya yang katanya menjadi anggota penting tugas di jakarta yang mengaku pemilik, Dengan tujuan untuk menakut-nakuti awak media dari JP”

Sebagai pengawas/mandor tambang milik N saat dimintai keterangan oleh awak media JP seharusnya tidak berbelit-belit alias terkesan menghalang halangi, memang sempat juga mandor tambang tersebut menjawab bahwa tambang milik N sudah izin Polda, ini menunjukan dugaan kuat tidak memiliki rekom atau izin resmi dari Pemerintah.

Setelah team awak media menelusuri di lapangan sesuai bukti fakta yang ada menerangkan bahwa tambang milik N di duga tidak punya izin

Bagi penegak hukum aparat Kepolisian atau Satpol PP yang bertugas sebagai penertiban lingkungan di mohon supaya di cek lokasi dan melakukan tindakan tegas agar menjadi efek jera bagi penambang galian C baik itu galian batu yang tidak punya SIUP atau IPR dengan kata lain ilegal supaya di upayakan taat aturan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, minimal sudah dalam proses izin komitmen, apabila sudah ada kesepakatan dengan warga.

Kami berharap APH tidak diam saja dan terkesan menutup mata atau melakukan pembiaran sebab dampak dari tambang tersebut sangat berbahaya bagi kelestarian lingkungan.

Adapun bagi pemilik atau penambang tersebut tidak melihat kondisi area lokasi, bahwa dapat merusak ekosistem lingkungan mengakibatkan bahaya yang mengancam untuk masyarakat terlebih masyarakat yang tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi penambangan.

” Alam semesta hancur akibat tambang ilegal ”

Maka kami sebagai kontrol sosial ingin mencari solusi terbaik bagi penambang ilegal supaya tidak terkesan buruk di mata masyarakat, dengan harapan bagi penambang liar bisa di arahkan untuk kepengurusan izin resmi ke Dinas terkait.

Menurut ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu ditentukan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000.- (sepuluh milyar rupiah).

Disamping itu, penyidik, penuntut dan hakim menerapkan pula ketentuan pidana dalam beberapa peraturan perundang-undangan secara kumulatif terhadap pelaku kejahatan pertambangan agar supaya timbul efek jera,
Jmk/Jp

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.