banner 468x60

JaGung : Kasus Pembobolan Bank Rp 400 Miliar ke Penyidikan

banner 160x600
banner 468x60


JP__Jakarta – dilanzir detikcom, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman menyatakan bahwa kasus tindak pidana rekayasa pembukuan bank (window dressing) yang melibatkan Bank BTN dan PT Batam Island Marina (PT BIM) telah dinyatakan naik ke tahap penyidikan. Diduga nilai pembobolan bank mencapai Rp 400 miliar.

“Dalam ekspos terakhir, memang perkara itu kami nyatakan naik ke penyidikan. Sekarang lagi proses administrasi perkara itu naik ke tahap penyidikan,” kata Adi di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta sebagaimana dilansir Antara, Kamis (28/11/2019).
Baca juga: Membandingkan Tinggi Uang Korupsi Kokos dan Menara Eiffel

Ia mengatakan hal tersebut diputuskan setelah memeriksa saksi-saksi dari pihak Bank BTN.

“Sudah belasan saksi, ada yang dari pihak BTN. Hasil dari ekspos terakhir, tim lengkap. Berdasarkan hasil penyelidikan alat bukti yang cukup, akhirnya kami tingkatkan ke penyidikan,” katanya.

Ia menjelaskan kasus tersebut bermula dari adanya pengucuran kredit modal kerja yang tidak memenuhi syarat serta digunakan tidak sesuai peruntukannya sehingga mengakibatkan kredit macet. Kemungkinan akan ada pihak-pihak yang akan dijadikan tersangka, baik dari pihak perbankan ataupun pengusaha.

Sementara terkait pencekalan pihak-pihak yang terlibat, Adi mengatakan hal tersebut menunggu (Sprindik) resmi dikeluarkan.

“Belum, ini baru penyidikan. Sprindik keluar, baru kami segera mungkin menentukan pihak-pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

Kasus tersebut ini bermula ketika PT Batam Island Marina (PT BIM) mengajukan kredit modal kerja kepada Bank BTN sebesar Rp 100 miliar untuk pembangunan vila di Pulau Manis, Batam dengan jaminan piutang sebesar Rp 400 miliar yang belakangan diketahui tidak valid. PT BIM juga melanggar kesepakatan kredit dengan menggunakan dana kredit tersebut untuk membayar utang kepada Dirut PT BIM sebesar Rp 70 miliar dan Komisaris Utama PT BIM sebesar Rp30 miliar.
Baca juga: Takut Ruangan Banjir Duit, Uang Korupsi Kokos yang Dipamerkan Cuma Rp 100 M

Kemudian PT BIM mengajukan kredit kembali sebesar Rp 200 miliar yang kemudian macet sehingga PT BIM mengajukan restrukturisasi utang.

Auditor Ernest & Young yang mengaudit kasus ini menyatakan bahwa telah terjadi rekayasa laporan keuangan (window dressing) sehingga terlihat lebih baik dari kenyataannya. Dengan audit ini kondisi kolektabilitas PT BIM diturunkan dari lancar ke non performing loan (kurang lancar).

Diduga Direksi Bank BTN bersama dengan petugas perkreditan baik di tingkat kantor cabang maupun kantor pusat turut terlibat dalam tindak pidana ini.

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "JaGung : Kasus Pembobolan Bank Rp 400 Miliar ke Penyidikan"