banner 468x60

Jadi Tersangka Pungli, Kuasa Hukum : Sesuai Aturan atau Perintah Jabatan

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id, Blora – Kasus dugaan pungli pasar cepu terus bergulir, hari ini (06/08), dua dari tiga tersangka penuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Dua tersangka yaitu inisial W dan MS datang ke Kejari sejak pukul 09.00 Wib dengan didampingi kuasa hukumnya. Kadi Sukarna selaku kuasa hukum W dan S mengatakan dalam panggilan ini pertanyaan masih seputar peraturan dan pelurusan administrasi.

“Sampai siang ini baru 12 pertanyaan, masih seputar peraturan dan pelurusan administrasi, ini istirahat dulu” Katanya kepada awak media.

Dirinya menjelaskan tentang pentingnya pelurusan administrasi, apakah yang dilakukan kliennya ini sudah sesuai aturan yang ditetapkan (Perda) atau mungkin juga terkait perintah jabatan. Selain itu, dia juga menyebutkan keterlibatan Pemerintah Daerah yang notabennya sebagai penerima Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“uang disetor masuk ke kas daerah pertanggung jawaban juga di kas daerah, segala sesuatu pasti ada sebabnya” jelas pengacara dari W dan MS.

Muhammad Andung selaku Kasi Intel Kejari, menjelaskan bahwa ini merupakan panggilan pertama sejak ketiganya ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya juga menyebutkan, dalam panggilan ini S sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) tidak dapat memenuhi panggilan dikarenakan sedang sakit.

“hari ini W dan MS didampingi dengan kuasa hukumnya, S tidak bisa datang karena sakit,” jelasnya.

Andung juga menerangkan bahwa untuk hari ini belum dilakukan penahanan dikarenakan para tersangka masih kooperatif. Untuk penahanan masih menunggu beberapa proses dan perintah dari pimpinan. Sementara itu, kejaksaan masih menggali keterangan sedalam-dalamnya kepada ketiga tersangka untuk melihat apakah ada penambahan tersangka atau tidak.

“memungkinkan, kami dengar dulu keterangan dari ketiganya,”terangnya.
Saat disinggung soal permasalahan pasar-pasar yang lain, pihak Kejaksaanmenunggu laporan dari masyarakat untuk menindaklanjuti.

“sekedar informasi banyak, kalau tidak ada yang melapor, bagaimana kita akan bergerak,”bebernya.
(Prasetyo, JP)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.