banner 468x60

Inspektorat Temukan Kerugian 169 Juta Pembangunan Gedung Desa di Pati

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | PATI – Inspektorat Daerah Kabupaten Pati temukan kerugian 169 juta pembangunan gedung serba guna di Desa Koripandriyo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Gedung serba guna yang dikerjakan dalam 3 tahap dari tahun 2018 hingga sampai sekarang belum juga rampung dan terbengkalai tanapa ada pertanggung jawabanya.

Kahar, Kepala Desa (Kades) Koripandriyo kepada wartawan mengaku, bahwa Inspektorat Daerah Pati memberikan waktu 2 bulan kepada Isharyanto, Mantan Kades Koripandriyo untuk bertanggung jawab mengembalikan kerugian pembangunan gedung tersebut.

“Inspektorat memberi waktu 2 bulan dan ini sudah berjalan 1 bulan untuk pengembalian, karena pembangunan gedung serba guna ini terbengkalai,” Ungkap Kahar. Senin (17/10/2022)

Kahar menjelaskan, pembangunan gedung serba guna dikerjakan 3 tahap, yakni dari tahun 2018, 2019 dan 2020, hanya saja sampai sekarang tidak selesai dan dibiarkan terbengkalai oleh mantan Kades.

“Sebelum mantan Kades mencalonkan diri, seharusnya gedung twrsebut sudah selesai dibangun, tapi sampai sekarang belum selesai termasuk LPJnya,” Jelas Kahar

Dirinya menegaskan, Apabila dari mantan Kades tidak ada upaya untuk melakukan pengembalian dari hasil audit yang disampaikan oleh Inspektorat, maka tergantung masyarakat untuk melakukan tindak lanjut, apakah perlu dinaikkan ke penegak hukum atau tidak.

“Sejauh ini kami dari perangkat desa tidak tahu bagaimana prosesnya untuk pembangunan gedung itu, tapi kalau memang tidak ada pengembalian, saya akan mengundang masyarakat, BPD, tokoh masyarakat, RT, RW, apakah perlu dilanjut proses hukum atau bagaimana,”Tegasnya.

Tapi, Lanjut Kahar, Apabila sudah ada upaya pengembalian, maka pembangunan gedung itu akan dilanjutkan, hanya saja saat ini masih menunggu proses hasil audit dari inspektorat yang memberikan waktu 2 bulan terhadap mantan Kades.

“Saya malu dengan warga karena tidak bisa melanjutkan, hanya saja itu masih menjadi tanggung jawab mantan Kades, dan kita menunggu pengembalian dulu, karena saya tidak berani melanjutkan kalau hasil audit itu belum selesai,”Pungkasnya.

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.