banner 468x60

Hina Ulama NU. Aksi Cabul HA Justru Terungkap

196 views
banner 160x600
banner 468x60


Habib Hasan Alatas

JP__Bogor- dilansir PCNUBogor-“Mulut mu harimau mu” Pribahasa itu cocok dinisbatkan pada Husein Alatas (HA) . Sebelum tertangkap oleh Polda Metro Jaya atas dugaan kasus pencabulan, pria yang dikenal sebagai ahli hikmah pengobatan ini ternyata juga pengelola akun palsu yang menghina para ulama Nahdlotul Ulama (NU) .

Sebagaimana diungkapkan oleh tim Cyber GP Ansor Kota Bogor. HA memiliki beberapa akun palsu yang digunakan untuk menghina para Kiyai NU.

“Selain kasus pencabulan yg viral. Habib ini (HA, red) sering menghina kyai-kyai NU pada akun facebook nya,” tukas pria yang meminta dirahasiakan namanya.

Cyber GP Ansor telah mengantongi beberapa fakta disertai bukti yang diperoleh dari proses investigasi. Hasil tersebut telah diserahkan pada pihak kepolisian.

“Investigasi tim kita sudah melaporkan kepada cyber divisi humas polri. Berdasar fakta dan data akurat, ” ucapnya.

Beberapa akun palsu milik HA memposting beberapa narasi penghinaan pada Ulama NU. Diantaranya penghinaan pada Habib Lutfi dengan bahasa binatang.

“Siapa yang rela ulama besar NU yang jadi wakil presiden dibilang ‘Babi’. Dan ternyata Selasa (17/12) dia ditangkap dengan kasus pencabulan, ” tuturnya.

Hari ini (20/12/2019) Polda Metro Jaya merilis kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh HA yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Di lokasi, HA tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Dia mengenakan celana pendek dan sandal jepit.

Lengan baju bagian kirinya tersingkap. Dari situ, jelas terlihat sebuah tato menghiasi lengannya.

Polisi juga menggelar barang bukti kasus Habib Husein Alatas. Ketiga barang bukti tersebut adalah sepotong baju gamis dengan corak tulisan ‘LV’ warna hitam, sepotong pakaian dalam warna hijau toska, dan sepotong kerudung warna hitam. Barang bukti tersebut milik korban yang digunakan pada saat kejadian.

Seperti diketahui, polisi menangkap Husein Alatas atas dugaan pencabulan terhadap wanita berinisial R (37). Kasus ini terungkap setelah R melaporkan kejadian itu ke polisi pada 27 November 2019.

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.