banner 468x60

HEBOH KARANGAN BUNGA PALSU DARI GANJAR PRANOWO KEPADA KADES DIPO

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id__Sragen – Karangan Bunga ucapan selamat atas pelantikan kades purworejo bikin Heboh… sejumlah tokoh Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Sragen kaget atas beredarnya foto tersebut di latar belakang foto tersebut.

Aduan tokoh warga ke polres terkait dugaan Kadesnya atas sejumlah indikasi penyimpangan penggunaan dana desa (DD) dan bantuan ke desa tersebut.

Disisi lain, tak tanggung-tanggung, nilai potensi kerugian negara dari indikasi penyimpangan itu diperkirakan mencapai lebih dari Rp 500 juta, jumlah yang fantastis.

“Ada temuan-temuan proyek lainnya senilai Rp 280 juta yang juga harus dikembalikan. Jadi dari LHP Inspektorat itu, totalnya Kades diminta mengembalikan Rp 531 juta. Nah, sampai sekarang kami belum pernah mendapat bukti apakah itu sudah dikembalikan atau belum. Kemarin kami tanya ke PJ Kades katanya akan digunakan mbangun di 2020,” kata warga Purworejo berinisial TO, Minggu (22/12) kemarin.

Kemudian laporan dilakukan awal pekan lalu oleh sekitar 11 orang yang mengklaim sebagai perwakilan dari semua Dusun di wilayah Desa Purworejo Gemolong.

Pihak mereka mendatangi Polres Sragen dengan membawa bukti temuan penyimpangan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Sragen terhadap pengelolaan keuangan desa tahun 2017-2018 yang diterbitkan Inspektorat Sragen tahun 2019.

Sementara itu, TO mengatakan bahwa pihaknya bersama beberapa perwakilan tokoh sudah melapor resmi ke Polres 4 Desember 2019 lalu. Oleh pihak Polres, kala itu, disampaikan laporan akan ditindaklanjuti pada awal Januari 2019 lantaran alasan tengah fokus persiapan pengamanan Natal Tahun Baru.

Masih menurutnya, yang dilaporkan warga adalah sejumlah temuan penyimpangan selama tahun 2017 dan 2018. Di antaranya temuan kemahalan belanja dalam proyek gedung serbaguna sebesar Rp 251 juta yang direkomendasikan harus dikembalikan.

“Kami tanyakan ke Inspektorat dijawab harus membawa surat permohonan kepada kepala Inspektorat yang ditandatangani bupati. Masa lihat bukti apakah dananya sudah dikembalikan atau belum, warga selalu dipersulit. Ini ada apa,” tambah TO.

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan, Kades Purworejo Ngadiyanto menanggapi santai. Dia mengatakan untuk pengembalian temuan kekurangan Rp 531 juta dari LHP Inspektorat, dia balik meminta mengklarifikasi ke Inspektorat apakah sudah dia kembalikan atau belum.

“Kalau untuk bantuan kursi CSR RT 1 dan 2 bukan urusan saya. Itu langsung ke kelompok, dananya juga ke rekening kelompok,” tuturnya.

Disisi lain, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Harno ketika ditemui Senin (23/12) mengatakan akan segera mengecek dan mengklarifikasi terkait laporan warga Desa Purworejo tersebut.

“Hal ini nanti segera akan kami cek Mas,” tegasnya.

Namun menanggapi dari hal tersebut saat di konfirmasi melalui Wa Bahwa bapak Ganjar pranowo sebagai gubernur jawa tengah merasa tidak memerintahkan mengirim karangan bunga bertuliskan ucapan selamat atas pelantikan dipo sebagai kepala desa purworejo.

anehnya karangan bunga ucapan dari gubernur Jawa tengah di duga karena kasus korupsi menimpanya atas laporan warga tersebut sebagai hal diduga pencemaran nama baik ganjar pranowo.

Diduga Oknum kades Purworejo kecamatan gemolong kabupaten Sragen yang dilaporkan warganya dugaan korupsi dana desa, ini mengaku dirinya mendapatkan karangan bunga dari gubernur Jateng berselpi ria beredar.

sedangkan tim awak media sudah konfirmasi bahwa gubernur Jateng tidak mengirimnya kan karangan bunga ucapan selamat atas pelantikanya sebagai kepala desa purworejo Gemolong sragen beberapa waktu lalu.(war/ tim jp)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.