banner 468x60

Hadapi Covid 19 , Dr Abdulloh Antaria MPH, Phd wacakan BALITBANGKES sebagai salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan nasional

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id Jakarta – dr.Abdulloh Antaria MPH, Phd mebgungkapkan kepada awak media jurnalpolice.id ,Perkembangan wabah virus corona (covid-19) di Indonesia beberapa waktu terakhir menunjukkan urgensi pengembangan yang signifikan.

BALITBANGKES sebagai salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan nasional tidak ada penelitian kesehatan yang matang, cepat dan akurat maka sulit diperoleh solusi pemecahan yang tepat, dan akhirnya berujung pada opsi kebijakan yang tidak berbasis bukti, dan bisa memajukan sesuai dengan kebutuhan kesehatan, termasuk pembiayaan kesehatan yang membutakan ketidaktepatan pengalokasian sumber daya kesehatan.

Sementara dalam konteks yang lebih makro, pada momentum pandemi covid-19 ini, kemampuan penelitian kesehatan menjadi salah satu penentu kekuatan ketahanan nasional. Kondisi diatas, menuntut ada manuver arah pengembangan kebijakan penelitian kesehatan Indonesia, dimana dengan sumber daya kebijakan yang ada saat ini, kebijakan penelitian kesehatan harus mampu bergerak cepat menjawab kebutuhan intervensi pengentasan pandemi Covid-19. Disinilah peran Balitbangkes Kemenkes RI mempertaruhkan saat ini.

Disisi lain penelitian kesehatan tidak hanya dilakukan oleh Balitbangkes, tetapi juga oleh banyak pemangku kepentingan lainnya baik Faskes, Perguruan Tinggi, Laboratorium, BUMN, maupun Pemda.

Pokok persoalan BALITBANGKES saat ini adalah Kurangnya fungsi pembinaan lembaga atau laboratorium penelitian kesehatan (jejaring penelitian kurang berkembang) dan koordinasi pada kesehatan, sementara penelitian kesehatan di daerah melalui Dinkes masih kurang berkembang.

Disisi lain mempromosikan kompetensi penelitian kesehatan di daerah menjadi prioritas untuk dikembangkan karena lebih baik membahas tentang epidemiologi di wilayahnya. Selama ini di daerah, Balitbangkes lebih pada persetujuan penelitian melalui Dinkes, sementara banyak Dinkes Provinsi tidak mendukung untuk mengkoordinasikan mengembangkan, mendukung dan meningkatkan kapasitas penelitian kesehatan yang berbasis laboratorium lokal atau perguruan tinggi lokal termasuk dalam hal Arah pengembangan penelitian kesehatan.ungakapnya.( tim jp saptor/rhmt/suf)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.