banner 468x60

Gus Nuril Arifin : Yang Merobohkan Bangunan PonPes di Kawasan Eks Lokalisasi Lorong Indah itu PKI

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | Pati – Senopati Nusantara Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang juga pengasuh Pondok Pesantren (PonPes) Sokotunggal Semarang Gus Nuril Arifin Angakat bicara terkait rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Pati yang akan meratakan bangunan dikawasan eks lokalisasi Lorong Indah kecamatan Margorejo, kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sebelumnya, dengan dalih menegakan Peraturan Daerah (Perda) No.2 Tahun 2021 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan menganggap bangunan dikawasan eks lokalisasi Lorong Indah itu ilegal yang berdiri di lahan hijau, Pemerintah Daerah (Pemda) memberi tenggang waktu kepada pemilik bangunan untuk membongkar secara mandiri hingga akhir Desember 2021 karena akan dikembalikan menjadi lahan hijau kembali.

Ditemui sejumlah wartawan pada Jum’at (17/12/2021) dikawasan eks lokalisasi Lorong Indah setelah acara penandatangan ikrar perjanjian wakaf sebidang tanah dan bangunan untuk dijadikan PonPes, Gur Nuril Arifin sindir Pemda Pati egois tanpa memikirkan pemilik bangunan yang akan dirobohkan.

” FORKOMPINDA, Bupati Pati, khususnya Ketua MUI dan Ketua FKUB Pati agar melihat permasalahan ini dengan benar, sebab ketika ada sebuah PonPes berdiri, seharusnya pemerintah membantu, bukan membongkar dan saya pastikan bahwa dikawasan eks lokalisai Lorong Indah sudah tidak kegiatan prostitusi.” Ujar Gus Nuril Arifin

Gus Nuril Arifil juga singgung kapasitas Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang akan mengerahkan BANSER saat pembongkaran bangunan eks lokalisasi Lorong Indah dan menganggap FKUB kegiatanya tidak jelas, hanya menghabiskan anggaran pemerintah saja.

“Jika nanti saat pembongkaran bangunan terjadi benturan dengan kami, maka Ketua FKUB lah yang pertama kali saya cari karena dia melakukan pembakaran, adu domba dan tidak bertanggung jawab dan yang membongkar PonPes adalah PKI.” Pungkasnya

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.