banner 468x60

GREBEG BESAR KERATON SOLO DI SENGKUYUNG PAGUYUBAN KALATJAKRA

banner 160x600
banner 468x60

Meriahnya Grebeg Besar di Keraton Solo, Pasukan Kalatjakra Suasana ikut sengkuyung Grebeg Besar di Keraton Solo

JOURNALPOLICE.ID- SOLO – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, peringati Hari Raya Idul adha dengan menggelar acara Grebeg Besar, Rabu 22/08/2018 Ucapan syukur juga disampaikan bejo 62, pengunjung berburu berkah Di usianya yang semakin senja tak menyurutkan langkahnya ikut berebut gunungan Grebeg Besar. Dia mengaku setiap tahun tidak pernah absen untuk berebut gunungan. Dia mempercayai sayur mayur maupun rengginang yang telah didoakan bisa membawa rezeki dan kemakmuran bagi keluarganya.

“ Ngalap berkah ”

Gunungan yang dibagikan kepada masyarakat merupakan simbol sedekah raja kepada rakyatnya sekaligus wujud rasa syukur Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi terhadap Allah SWT. Dia berharap Grebeg Besar tidak punah dan terus dilestarikan oleh pihak Keraton solo

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.H. Dipokusumo atau akrab disapa Gusti Dipo mengatakan Grebeg Besar merupakan wujud syukur Keraton Solo.

“Sudah sejak zaman dahulu sekali, oleh Keraton. Karena ini memang sebagaian ungkapan rasa syukur dari kami kepada Allah,” katanya, Dia menjelaskan dua buah gunungan yang dibawa memiliki arti keseimbangan hidup. Gunungan Jaler, jelasnya, digambarkan dengan sayuran dan bahan pangan mentah, sebagai perlambang suami yang harus mencari makanan. Sedangkan Gunungan Estri, lanjutnya, digambarkan dengan makanan matang seperti rengginang, yang jadi perlambang perempuan harus bisa mengolah, apapun hasil kerja suaminya.

“Jadi itu perlambang keseharian manusia, suami dan istri yang harus selalu bekerja sama dengan maksimal,” ungkapnya.

Grebeg Besar tersebut digelar untuk menandai puncak peringatan Iduladha pada 10 Dzulhijah, atau 10 Besar dalam penanggalan Jawa.

Berdasar pantauan, tampak sejumlah warga Solo, bahkan wisatawan mancanegara berkumpul di depan Kori Kamandungan Keraton Solo untuk menyambut keluarnya dua buah Gunungan yang semuanya berisi hasil bumi. Adapun, gunungan tersebut terdiri dari Gunungan Estri (Wanita) Reginan ,jenang dll Sedangkan Gunungan Jaler (Laki-laki) berisi sayur-sayuran semisal Kacang Panjang, Wortel, dan Cabai. Siang yang terik tampak tak menghalangi niatan para penonton untuk melihat acara tersebut. Setelah cukup lama menunggu, muncul ratusan Abdi Dalem dari balik pintu Kori Kamendungan. Suasana Grebeg Besar di Keraton Solo, Rabu 22/08/2018,Paguyuban Budaya jawa KALATJAKRA Ikut nguri-nguri Budaya Jawa asli turun temurun Pimpinan Wawan Pramono, Pembina KRAT. CITROADININGRAT sebagai Pangarsa Kantor Karti Praja karaton surakarta hadiningrat Menegaskan
Agar masyarakat semakin memahami bahwa Upacara tata cara Gerebeg Besar Idul Adha seperti juga upacara upacara tata cara Keagamaan Islam Maulid Nabi Muhammad SAW Gerebeg Idul Fitri ( Gerebeg Siyam ) merupakan konsekwensi logis dari Gelar SSISKS dalam hal ini PBXIII sebagai Sayidin Panetep Panata Gama ( Kalifatulloh )
yaitu dgn Hajad Dalem Manedhakaken Pareden atau Gunungan ke Kagungan Dalem Masjid Agung Surakarta Hadiningrat.

Abdi dalem,Prajurit Semut Ireng, Prajurit Lombok Abang dengan diiringi alunan gamelan mengusung dua buah Gunungan. Sambil bertelanjang kaki mereka mengarak Gunungan tersebut melalui Sitinggil ke Masjid Agung Solo.

Red Mjp/R.hidayat

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.