banner 468x60

Geger Penemuan 2 Mayat Pemuda di Waduk Kedung Ombo Miri. Saat Ditemukan Kondisinya Mengenaskan

banner 160x600
banner 468x60

IDENTIFIKASI KORBAN- Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ihsanudin saat memimpin identifikasi jasad pemuda yang ditemukan tewas di Waduk Kedung Ombo (WKO) 

JOURNALPOLICE.ID , SRAGEN– Warga di sekitar Waduk Kedung Ombo (WKO) digegerkan dengan temuan mayat dua pemuda di perairan WKO wilayah Dukuh Sendangrejo, Gilirejo, Miri, Sabtu (2/9/2017). Tragisnya, kedua pemuda asal Desa Nagor, Miri itu ditemukan tewas saat hendak mencari ikan dengan jaring milik nelayan sejak Jumat (1/9/2017) petang.

Kedua pemuda sekawan itu masing-masing Rahmat Soleh (22) warga Dukuh Kaliapang RT 5, Bagor, Miri dan temannya Agus Purwanto (23) yang tinggal di RT 6. Informasi yang dihimpun di lapangan, keduanya diketahui keluar rumah sekitar pukul 19.00 WIB dengan boncengan sepeda motor. Namun tidak ada yang tahu jika mereka hendak menjaring ikan di WKO.

Hilangnya keduanya baru terjawab setelah pagi kemarin (Sabtu,2/9/2017) nelayan pemilik jaring, Suparmin alias Mandra (30) warga Dukuh Sendangrejo, RT 1, Gilirejo, Miri kaget mendapati jaring di perahunya raib. Mandra yang pagi itu hendak mencari ikan, kebingungan mencari jaring ikan yang biasanya ada di perahunya.

Saat dicari-cari, rupanya jaringnya sudah mengapung di perairan berjarak sekitar 40 meter dari tempat perahunya ditambatkan. Saat didekati dan diangkat, ia langsung menjerit histeris melihat jaringnya ternyata berisi jasad manusia. Setelah dicek, jasad itu adalah Rahmat yang terbelit kepuntel di dalam jaring.

Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek setempat. Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ihsanudin menyampaikan jasad Rahmat berhasil dievakuasi pada pukul 07.00 WIB. Proses evakuasi melibatkan tim Polsek, Polres, SAR, PMI, Koramil, BPBD, dan sejumlah elemen lainnya.

Setelah Rahmat ditemukan, tim kemudian dikerahkan untuk mencari keberadaan jasad rekannya, Agus Purwanto. Setelah berjibaku dengan melibatkan warga dan personel berbagai elemen, jasad pemuda itu akhirnya berhasil ditemukan sekira pukul 13.00 WIB tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad Rahmat.

Setelah berhasil dievakuasi semua, kedua jasad itu langsung dilakukan visum oleh petugas medis di Puskesmas Miri. AKP Fajar menyampaikan hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuh korban. Dugaannya mereka mau mancing atau nyari ikan di WKO tapi tenggelam, ” jelasnya.

Koordinator Sukarelawan PMI Sragen, Endro menambahkan sesaat setelah dievakuasi, jasad korban langsung dilakukan visum. Karena tidak ada tanda kekerasan, jasad mereka kemudian diantar ke rumah duka untuk dimakamkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber – Dwi-Sumeri LPKSM/jglsm

Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.