banner 468x60

GALIAN DESA KANDANGWANGI JADI POLEMIK, “KADES” KAMI MAU MEMBANGUN BUMDES MALAH DI HENTIKAN

banner 160x600
banner 468x60


Journal Police.id Banjarnegara | Niat kepala Desa Pandan Wangi Kec. Wonodadi Kab. Banjarnegara untuk meningkatkan pendapatan Desa lewat BUMDES terganjal oleh kebijakan APH kepolisian POLRES Banjarnegara Unit Tipiter/ Kanit II. Pasalnya upayakan penataan lahan yang rencana akan didirikan ruko yang akan di kelola oleh BUMDES tepat terletak di desa tersebut di hentikan oleh pihak kepolisian,

Dijelaskan oleh KADES Pandan Wangi Suhono pada Kamis (30/10/2021) sebelum proyek tersebut dilaksanakan, pihaknya terlebih dahulu menjalankan regulasi pada tingkat desa, diantaranya, sosialisasi, rapat musrenbangdes , koordinasi dengan pihak kecamatan,kepolisian dan SDM. Namun ketika proyek penataan lahan tersebut baru dimulai beberapa hari, dari pihak polres Banjarnegara menghentikan pekerjaan tersebut sekaligus menyita satu unit truk dam dan satu eksavator.

Saya niatnya mau meningkatkan pendapatan Desa, tapi malah di hentikan oleh pihak kepolisian, padahal kita sudah menjalankan regulasi yang ada di desa, diantaranya sosialisasi, musrengbangdes, koordinasi dengan pihak kecamatan, kepolisian dan yang lainnya, tapi faktanya masih di hentikan seperti ini, saya tidak tahu harus bagaimana terang Suhono.

Saat di konfirmasi oleh media journal police Suhono menjelaskan, alasan dari pihak kepolisian menghentikan proyek tersebut karena menyangka adanya jual beli tanah, dan pemindahan tanah dari lokasi tersebut ke lokasi lain yang berjarak kurang lebih hanya 1km. Padahal kami tidak pernah menjual tanah tersebut,
kami hanya memberi ketika ada masyarakat meminta, memang ada masyarakat yang minta, kebetulan dia anggota polisi, dia minta tanah tersebut untuk menguruk lahannya yang terletak di Desa kandang wangi, kemudian memberikan uang sejumlah 1juta rupiah, uang itu untuk membayar upah tenaga perataan tanah tersebut bukan pembayaran tanah. Jadi itu bukan jual beli. Kalau kaitannya dengan pemindahan tanah yang di maksud, adalah untuk menguruk lahan milik desa jadi bukan di jual.

Sementara Sarwo sebagai pelaksana pekerjaan tersebut menjelaskan, dirinya tidak tau duduk persoalannya hanya dia meminta persoalan agar segera selesai.
Harapan saya masalah segera selesai, agar saya bisa bekerja, saya punya keluarga kalau saya nganggur tidak mendapatkan penghasilan bagaimana saya mencukupi kebutuhan keluarga, apalagi unit yang di sita polisi itu masih kredit, kan kasian lah tidak bisa buat kerja jelas Sarwo.

Terpisah, Unit II Tipiter polres Banjarnegara ketika di konfirmasi awak media pihaknya menyampaikan untuk berkoordinasi dengan Humas Polres | JP® Rsd

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.