FLASHMOB KEBANGSAAN NKRI KIBARKAN 5001 BENDERA PUSAKA MERAH PUTIH


Jp – Solo, Guna membangkitkan semangat jiwa dan rasa nasionalisme, Sekretaris Bersama (Sekber) Relawan menggelar Flashmob Kebangsaan untuk NKRI pada Minggu, 27 Januari 2019 di Beteng Vastenburg, Solo.

“Flashmob ini akan dihadiri oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma’ruf Amin, Bapak Erick Thohir”, jelas Ketua Panitia, Baningsih Tedjokartono, Jumat (25/1/2019). Baningsih menambahkan, selain Erick Thohir, dijadwalkan akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Dijelaskan, dalam rangkaian acara Flashmob Kebangsaan untuk NKRI ini juga diisi dengan parade atau defile bendera merah putih. “Panji-panji merah putih akan dibawa oleh seluruh perwakilan organ relawan yang ada di Solo Raya,” ujarnya.

Bendera merah putih dikibarkan tak hanya pada saat defile saja, namun juga akan dipasang ribuan bendera merah putih di seluruh areal Benteng Vastenburg. “Kami akan mengibarkan sebanyak 5001 bendera merah putih,” ungkap Baningsih.

Pengibaran bendera merah putih, sambung Baningsih, sebagai penanda bahwa Indonesia tidak boleh terkoyak dengan gangguan apa pun. Merah putih harus tetap berkibar.

NKRI dan Pancasila harus tetap berdiri gagah. “Sebagai bangsa yang kuat, kita harus mampu menghadapi segala cobaan. Merah putih dan Pancasila harus tetap berdiri,” tegasnya.

“Untuk itu lah, kami dari Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan menggelar Flashmob Kebangsaan untuk NKRI.

Kegiatan ini digagas karena rasa peduli kami pada bangsa Indonesia. Rasa cinta kami pada negeri ini, melahirkan keinginan agar negeri ini tidak terkoyak oleh pemaksaan segelintir golongan,” paparnya.

Baningsih Tedjokartono
Dikatakan, dukungan mengalir dari berbagai pihak.

Kecintaan terhadap NKRI juga didukung seluruh anak bangsa dari berbagai penjuru.

Tak hanya dari wilayah Solo Raya, namun dukungan dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jakarta, ikut merayakan rasa cintanya pada tanah air yang dikemas dalam Flashmob Kebangsaan untuk NKRI

Menurut Baningsih, Indonesia harus berdiri kokoh. “Kita tidak boleh pesimis, namun harus tetap optimis.

Presiden RI Joko Widodo berulang kali berpesan, bahwa bangsa Indonesia harus optimis dalam menatap dan melangkah ke masa depan,” tandasnya.

(Red.rhdyt)