banner 468x60

Ekuitas 101: Semua yang Perlu Diketahui dari Istilah Keuangan Satu Ini

banner 160x600
banner 468x60

Apa Itu Ekuitas?

Jenis-Jenis Ekuitas Cara Kerjanya

Bagi para shareholder di perusahaan, equity atau ekuitas adalah istilah yang tentu sudah tidak asing lagi.

Bagaimana tidak, istilah tersebut merupakan salah satu faktor pertimbangan ketika seseorang ingin berinvestasi di sebuah perusahaan.

Untuk lebih memahaminya, Glints sudah menyiapkan penjelasan mulai dari definisi, cara menghitung, hingga berbagai macam “bentuk” ekuitas.

Penasaran? Yuk, simak lebih lanjut!

Apa Itu Ekuitas?

© Freepik.com

Dalam dunia bisnis dan juga keuangan, ekuitas secara umum adalah istilah yang menggambarkan nilai kepemilikan atas sesuatu.

Misalkan sebuah bisnis, saham yang diterbitkan oleh bisnis tersebut, inventaris, dan hal lain yang memiliki nilai.

Meskipun begitu, menurut Investopedia, equity (biasa disebut shareholders’ equity) adalah sejumlah uang yang akan dikembalikan kepada pemegang saham jika aset perusahaan nantinya dicairkan.

Pada dasarnya, definisi keduanya tidak begitu berbeda, sama-sama menggambarkan kepemilikan seseorang atau beberapa pihak atas aset yang bernilai di sebuah perusahaan.

Shareholders’ equity menjadi penting, karena para investor perlu tahu nilai saham yang mereka investasikan di perusahaan.

Hal itu dilakukan dengan melihat proporsi atau bagian mereka atas saham perusahaan tersebut.

Biasanya, kalau memiliki ekuitas di sebuah perusahaan, investor akan memiliki hak untuk memberikan suara pada beberapa kegiatan perusahaan.

Memilih jajaran dewan direksi atau pengambilan keputusan tentang hal lain, misalnya.

Sampai sini sudah paham, kan?

Cara menghitung ekuitas para shareholder pun cukup mudah, hanya perlu mengurangi total aset dengan total kewajiban (utang piutang).

Dengan mengurangi jumlah tersebut, kamu akan tahu nilai aset sebuah perusahaan, rumah, atau apa pun itu yang telah diinvestasikan.

Nah, informasi-informasi seperti ini biasanya bisa ditemukan di neraca keuangan sebuah perusahaan. Bagaimana cara menemukannya?

Cari total aset perusahaan untuk periode yang diinginkan.
Cari total kewajiban (biasanya tertera terpisah di dalam neraca).
Kurangi total aset dari total kewajiban (utang piutang) agar bisa mendapatkan ekuitas pemegang saham.
Total aset bisa dihitung dengan cara menambah total kewajiban (utang piutang) dengan total ekuitas.
Baca Juga: Serangkaian Istilah Saham yang Perlu Dipelajari Sebelum Berinvestasi
Jenis-Jenis Ekuitas

© Fr

Melansir Corporate Finance Institute, dua jenis ekuitas yang paling umum adalah book value (nilai buku keuangan) dan market value (nilai pasar). Cara menghitung keduanya pun berbeda.

Untuk book value equity, cara menghitungnya adalah dengan mengurangi aset dengan beban atau kewajiban (terkait utang piutang yang ada, bisa juga dengan menambah bagi modal dengan pendapatan yang disimpan.

Untuk market value sendiri bisa dihitung dengan menambah harga saham dengan jumlah saham yang ada.

Meskipun begitu, ada beberapa jenis ekuitas yang tidak melulu terkait dengan pemegang saham dan perusahaan yang diinvestasikan.

Berikut adalah beberapa jenis equity, disertai dengan penjelasan singkatnya.

Ekuitas rumah
Ekuitas rumah adalah nilai rumah dikurangi jumlah utang hipotek.

Nah, hipotek ini sendiri adalah surat pernyataan berutang atas kredit yang diberikan untuk membeli sebuah rumah.

Misalkan, kamu ingin membeli sebuah rumah dengan kredit dari bank.

Kalau jumlah uang pinjaman melebihi harga jual rumah, nilai ekuitas rumahnya negatif. Kalau kebalikannya, berarti positif.

Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan, agar kamu bisa mendapatkan keuntungan baik itu saat menjual atau membelinya.

Ekuitas pemilik usaha
Saat membuka sebuah usaha, seseorang pasti memiliki modal awal.

***(Glints.com)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.