banner 468x60

KPK RI 2019-2020 TARGET TATA NIAGA, PERIJINAN, KEUANGAN NEGARA SERTA REFORMASI BIROKRASI

banner 160x600
banner 468x60


JP-Jakarta,Upaya pencegahan korupsi mrpkn prioritas pemerintah dengan diterbitkannya Perpres 54/2018 tentang Strategi Pencegahan Korupsi atau Stranas PK dan dtindak lanjuti dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh KPK, BAPPENAS, Men PAN RB dan Kepala Staf Kepresidenan

Berdasarkan SKB tersebut, telah ditetapkan Aksi Pencegahan Korupsi atau Aksi PK tahun 2019 – 2020 berdasarkan fokus Stranas PK dan target-target dari masing-masing aksi.
3 fokus Stranas PK:
1.Perijinan dan Tata Niaga
2.Keuangan Negara
3.Penegakan Hukum dan Reformasi Birokrasi

Untuk lebih mendorong dan mengakselerasi pelaksanaan Aksi PK, kemarin(13/3) dilaksanakan penyerahan dokumen Aksi PK tahun 2019 – 2020 sekaligus pelaporan pelaksanaan aksi yang dilakukan oleh Stranas PK kepada Presiden RI

Ketua KPK, Agus Raharjo, “Secara keseluruhan, Stranas PK telah menetapkan target triwulan dari masing-masing aksi dan telah mendapatkan komitmen untuk pelaksanaan aksi-aksi tersebut oleh 48 Kementerian dan Lembaga serta 34 Provinsi”

Presiden Joko Widodo menyampaikan, “Strategi nasional pencegahan korupsi sudah dituangkan dan saya sudah tandatangani Perpres 54 tahun 2018 di Juni 2018. Namun namanya strategi hanya dokumen, berdebu jika kita tidak melaksanakan”

Tim Nasional PK yang terdiri atas KPK, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN RB, Kementerian PPN/ Bapenas, Kantor Staf Presiden dibantu oleh Sekretariat Nasional Pencegahan Korupsi yang bertempat di kantor KPK.

disisi lain tanggapan ketua KPK TIPIKOR soloraya dan pusat siap mendukung program KPK RI dikarenakan ditingkat daerah siap terjun memantau dan mensosialisakan program kpk ri ke penjuru daerah dan tingkat desa agar terjalin kerjasama dan pencegahan korupsi dalam hal apapun setelah dilantik di solo .
(red.mjp/sbr:kpkri)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "KPK RI 2019-2020 TARGET TATA NIAGA, PERIJINAN, KEUANGAN NEGARA SERTA REFORMASI BIROKRASI"