banner 468x60

DIRJEN PERDAGANGAN DALAM NEGERI PASTIKAN PASOKAN KEBUTUHAN POKOK AMAN DI KALTENG

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id

Palangka Raya, Kalimantan Tengah – Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri usai mengunjungi Pasar Kahayan Palangka Raya Tjahya Widayanti memastikan ketersediaan dan pasokan kebutuhan pokok jelang hari besar di Kalteng aman.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Tjahya Widayanti mengunjungi Pasar Kahayan Kota Palangka Raya, Selasa (12/12) bukan dalam rangka inspeksi mendadak (Sidak). Tetapi dalam rangka pemantauan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

Ini dilakukan sebelum digelarnya rapat kordinasi harga dan pasokan di Swissbell Hotel Danum yang dijadwalkan digelar hari yang sama.  Sore sehari sebelumnya Dirjen dijadwalkan peninjauan toko modern ‘Sendys’ di Jalan Tjilik Riwut namun kemudian batal akibat pesawatnya delay.

Hadir pula mendampingi Kepala Bulog Divre V Kalteng Ma’ruf, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalteng KatmaF Dirun, dan jajaran dinas Perindustrian Perdagangan Kota Palangka Raya.

Kita akan melihat kesiapan stok bahan pokok dalam menghadapi hari raya keagamaan dan akhir tahun dan mengkoordinasikannya dengan pemerintah daerah setempat,” kata Tjahya usai mengkahiri tinjauannya.

Kepada sejumlah wartawan usai menghadiri Rakor Dirjen mengemukakan hasil kunjungannya itu mengatakan kebutuhan pokok seperti beras cukup untuk 5 bulan ke depan. Demikian pula seperti gula dan minyak goreng dijual pedagang dengan harga normal.

Saat berkunjung di Pasar Kahayan, Dirjen sempat berdialog dengan pedagang gula yang menjual dengan harga Rp 12.000 per kg. “Harga itu sesuai patokan Pemerintah, demikian pula harga beras premium dibawah patokan HET”  terangnya.

Ia juga minta kepada pedagang agar tidak seenaknya menaikkan harga kebutuhan pokok dengan moment hari raya natal, tahun baru dan maulid. Pasalnya semua tercukupi.

PATUHI HET BERAS dan PENDAFTARAN DISTRIBUSI BAPOK 

Dalam rakor, Tjahya menyampaikan agar seluruh instansi dapat bersama-sama memperlancar kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) beras untuk pasar rakyat, toko modern, dan tempat penjualan eceran lainnya, sesuai dengan Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras, yang berlaku sejak 1 September 2017.

Dalam Permendag ini, harga beras di wilayah Kalimantan diatur sebesar Rp9.950/kg untuk beras medium, dan Rp13.300/kg untuk beras premium. Sementara itu, beras yang masuk ke dalam kategori beras khusus akan diatur oleh Kementerian Pertanian. Beras medium adalah beras dengan derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, dan butir patah maksimal 25%. Beras premium adalah beras dengan derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, dan butir patah maksimal 15%.

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET akan dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis oleh pejabat penerbit,” kata Tjahya menegaskan.

Tjahya juga menyampaikan perlunya pengembangan kemitraan ritel modern dengan warung tradisional atau UMKM dengan memberikan pasokan bahan kebutuhan pokok kepada warung tradisonal. Kemitraan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan terhadap pengembangan warung tradisional/ UMKM guna mengatasi ketimpangan yang terjadi di sektor ritel.

Tjahya juga mengimbau agar pelaku distribusi bapok di daerah mendaftarkan diri sebagai distributor dan secara rutin melaporkan data terkait pasokan dan penyaluran bapok sesuai dengan Permendag Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Distribusi Barang Kebutuhan Pokok. Dengan pelaporan secara rutin, pelaku distribusi ikut berkontribusi menjaga stabilitas harga dan pasokan.

“Pendaftaran tidak dikenakan biaya dan dilakukan secara online. Bukan hanya distributor, tapi juga subdistributor dan agen,” kata Tjahya.

Sebelumnya Tjahya menyempatkan diri meninjau Pasar Kahayan. Dalam pemantauan tersebut, diketahui harga dan pasokan di Pasar Kahayan cukup stabil .

Kontributor : Anty Kalteng

Editor : gendut jp

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.