banner 468x60

Diduga Tambang di Desa Kaliwedi Gondang Pelimpahan IUP OP Salahi UU Minerba

banner 160x600
banner 468x60


JP-Sragen-Memiliki usaha tambang galian c banyak diminati oleh setiap orang. Disamping pelungan bisnis yang menjanjikan usaha yang satu ini pasti akan dibutuhkan masyarakat untuk membeli bahan materialnya yang dihasilkan dari pertambangan tersebut.

Tetapi apa jadinya bila ada usaha tambang yang pada 16 Desember 2019 lalu telah menelan 2 koraban jiwa, 2 anak kecil tenggelam di area tambang tersebut. Hal itu bisa terjadi karena diduga pengusahan tambang kurangnya komunikasi/kordinasi dengan masyarakat sekitar kegiatan tambang itu berada di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Dengan izin atas nama Winarto Dusun Ngunut, RT024, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Diketahui izin atas nama Winarto ini saat ini sudah ada pelimpahan atau pemindah tanganan dari Winarto ke Apri yang bukan orang Sragen yang diduga pelimpahan tersebut hanya dibuat melalui Notaris tanpa ada persetujuan dari Gubernur atau pun Dirjen/Kementerian ESDM. kemudian tambang tersebut juga tidak melibatkan warga penduduk lokal tetapi orang luar Sragen yaitu Sukoharjo, dan Karanganyar.

Hal ini terlihat jelas bahwa dengan adanya aktivitas tambang di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen ini tidak bisa menyejahterahkan dan tidak mempekerjakan penduduk lokal. Justru dengan berjalannya aktivitas tambang ini menjadikan ketakutan di masyarakat Sragen khususnya warga Desa Kaliwedi, pasalnya bila tambang ini terus berjalan dan sering lalainya pengawasan dari Pengelola dan pengusah tambang warga takut kejadian anak kecil keceplung di genangan air bekas galian milik Winarto ini akan terulang kembali.

Hal senada diungkapkan oleh masyarakat Kaliwedi, Bagus nama (samaran) bagus menjelaskan bahwa masyarakat saat ini menolak keras bila tambang milik Winarto ini terus berjalan karena kami kwatir bila nanti ada anak-anak kecil yang main di tambang dan tidak ada pengawasan kejadian bulan Desember tahun lalu akan terulang kembali.

Saat ini tambang dengar-dengar di limpahkan ke ibu Apri orang Karanganyar pekerjanya pun dari sana semua tidak ada satu orang penduduk lokal yang dilibatkan dan kemarin saya lihat mereka sedang buat akses jalan baru karena jalan lama sudah tidak diperbolehkan oleh warga untuk dilintasi kendaraan galian c kemarin saya lihat mereka sedang motong pohon-pohon besar milik Dinas PUPR Kabupaten Sragen, pungkasnya.(war)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.