banner 468x60

Diduga Proyek Talud DD Desa Blingijati Kecamatan Winong Mark Up Anggaran

banner 160x600
banner 468x60

JP | PATI, – Sejumlah pekerjaan proyek Dana Desa ( DD) dan Anggaran Dana Desa ( ADD), Tahun 2020, Desa Blingijati Kecamatan Winong Kabupaten Pati Provinsi Jateng Selatan pekerjaannya diduga kuat tidak sesuai aturan alias asal-asalan.

Terungkapnya kasus ini berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh kru Berita Istana saat investigasi, pada hari Kamis (25/6/2020) Investigasi kedesa tersebut.

Contohnya, pengerjaan pembangunan drainase penghubung Desa Padangan dengan Desa Blingijati Kecamatan Winong Kabupaten Pati Provinsi Jateng diduga ada Mark Up pada anggarannya. Kamis(25/6/2020).

Proyek talud yang bersumber dari Dana Desa tersebut secara hitungan telah mencapai nilai Mark Up.

Secara sederhana warga menghitung dengan menggunakan metode hitungan harga material dan ongkos pekerja. Anggaran pembangunan talud yakni Rp.233.434.000,-, letak talud berada di jalan antar desa.

Diduga Proyek Talud DD Desa Blingijati Kecamatan Winong Mark Up Anggaran
Diduga Proyek Talud DD Desa Blingijati Kecamatan Winong Mark Up Anggaran
Salah satu warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, sampai saat ini warga telah mengamati dan mengawasi kinerja Pemerintah Desa.
“Kami selalu awasi kinerja Pemerintah Desa, harapan kami supaya tidak ada tindakan melenceng dalam penggunaan Dana Desa. Beberapa titik bangunan sudah kami awasi, dan kami punya beberapa catatan disetiap titiknya,”. Paparnya.

Warga menilai, salah satu bangunan yakni talud yang terletak ditengah sawah tersebut mempunyai nilai Mark Up yang begitu banyak. Penilaian warga begitu berasalan, karena dalam hitung-hitungan yang dilakukan oleh warga telah disesuaikan dengan harga maupun nilai dari setiap bahan bangunan maupun upah tenaga, disitu didapati nilai yang tidak sesuai.

Lebih lanjut, warga menginginkan sebuah keterbukaan dalam setiap penggunaan Dana Desa.

Sementara itu, mengenai temuan warganya, Kepala Desa/Petinggi Blingijati belum memberikan klarifikasi.

Terpisah, salah satu anggota BPD yang tidak mau disebutkan namanya mengutarakan perihal pembangunan talud, selakau BPD hanya diberitahu setelah pekerjaan sudah selesai, sedangkan untuk perencanaan tidak di ajak musyawarah. (Sg)

Editor : nim / tim jp

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.