banner 468x60

Dana Investor Lokal Danang S.M tercatat diKantor Price Water House Coopers

banner 160x600
banner 468x60

Jakarta,JP- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti betul pertumbuhan sektor investasi pada tahun ini.

Kepala negara menganggap, investasi mampu menjadi tiang penyangga perekonomian di masa krisis.

Berbicara saat memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Tahun 2021, Jokowi menegaskan kunci bagi Indonesia untuk bangkit adalah investasi.

“Mana Pak Bahlil [Kepala BKPM]? Kuncinya ada di Pak Bahlil, Kepala BKPM,” kata Jokowi dikutip dari media Onlin CNBC beberapa waktu lalu,

“Tiap hari saya telepon, saya tanya terus bisa berapa persen tahun ini? Berapa triliun? Bisa naik? Siapa yang masuk? Sudah sampai mana? Target tercapai enggak tiap hari? Untung orangnya tenang dan semangat. Kalau enggak mungkin drop sudah,” katanya.

Jokowi mengaku telah berpesan agar Kepala BKPM dapat menghubungkan para investor kelas kakap baik asing maupun domestik untuk bekerja sama, tak terkecuali para pengusaha di daerah.

“Ini sudah saya perintah. Jadi nanti nanti kalau tidak terlaksana, Bapak Ibu kejarnya ke Pak Bahlil. Jangan ke saya lagi. Ini saya tanya, ada investor masuk ke provinsi ini, kerja sama dengan siapa, saya tanya itu. Ya oke?” katanya.

“Karena ke depan saya melihat dengan hilirisasi industrialisasi kita akan menuju transformasi ekonomi yang benar, dan itu akan meloncatkan negara kita Indonesia menjadi lima besar ekonomi terkuat di dunia,” jelasnya.


Foto istimewa bukti surat dan slip kantor pos , diajukan kepada Dirut BRI Jakarta dan Menteri Investasi

Pimpred Journalpolice.id menerima Whasup selaku investor lokal yang dananya tercatat di pRICE WATER HOUSE COOPERS dijalan jendral Sudirman Jakarta ini selaku pemegang dan kuasa penuh penggunaan anggaran dari almarhum JFS kepada ahliwaris RWS sesuai penetapan PN.

Danang S.M juga sebagai Direktur Utama PT.Karna Tiga Inti ikut Mengomentari kutipan menggelitik presiden Jokowi serta Menetri investasi, yang saling cemas atas kebenaran investasi yang akan masuk Indonesia, baik lokal maupun asing, bagi pemenang dokumen serta pemilik rekening yang beku karena lama tak terurus jumlahnya fantastis Trilyunan.

menjelaskan kepada awak media .bahwa DSM menerima kuasa penuh pengunaan anggaran tersebut bahwa terkait investasi sudah melalukan berbagai upaya melalui aturan perbankan dengan cara melayangkan surat kepada :

1. Sunarso selaku Direktur utama Bank Rakyat Indonesia Tbk.dijakarta pada tertanggal 5Mei 2021 via Pos Indonesia.

2. Bahlil Lahadalia selaku Menteri investasi Republik Indonesia dijakarta tertanggal 7 Mei 2021.via Pos Indonesia.

DSM selaku kuasa pelimpahan menjelaskan bahwa RWS adalah ahli waris dari JFS dasar putusan PN adalah pemilik Rekening BRI. Nomor 02061000195*** dan atas pengiriman surat tersebut meminta untuk berkoordinasi dengan Dirut BRI dalam hal ini Sunarso dan menteri yang membidangi dalam hal ini Bahlil Lahadalia sebagai pemangku kebijakan investasi ,serta agar dana-dana tersebut segera bisa di pergunakan sebagaimana isi dari wasiat pertama.

Danang Soeko Moelyantoro menambahkan bahwa sampai berita ini diturunkan belum sudah ada bebepa kontraktor bersama funder melakukan negosiasi dan memanfaatkan dana yang ada di beberapa bank,bahkan tanggapan positif semua.

atas surat yang dilayangkan itu agar menjadi solusi atas berita dari media Onlin yang berjudul ” Kalau investasi Kacau , Jokowi : Cari Bahlil jangan saya”

Danang s.m meminta agar segera menanggapi hal tersebut karena sangat dibutuhkan percepatan pembangunan, apalagi saat ini diera pademi covid 19 semua harus tubuh bersamaan antara menangani kesehatan dan pertumbuhan ekonomi. Pungkasnya.

Danang s.m elaku Dirut PT.Karna tiga inti perusahaan bergerak di investasi dan beberapa anak perusahaanya berpesan agar pimred journalpolice.id membantu agar menginformasikan serta melayangkan data dokumen yang sama yang di layangkan kepada
1.Dirut BRI
2.Menteri Investasi
3.Menkeu
4.OJK
bahkan kepada presiden agar dana tersebut segera bisa digunakan membangun negara kesatuan Republik Indonesia disaat pademi baik kesehatan, peningkatan ekonomi, adapun sarat kerjasama memenuhi aturan perbankan yang ada terangnya ( Rois h)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.