banner 468x60

Dalam Waktu Dekat, DPRD Pati Akan Panggil DPUPR

133 views
banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | PATI -Pembangunan Stadion Joyo Kusumo yang rencana bisa untuk kenggelar pertandingan Liga Nasional nampaknya tidak akan terwujud dan membuat Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jhoni Kurnianto geram.

Jhoni Kurnianto yang juga Ketua Umum Persipa Pati Menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pati kurang jeli dalam pekerjaannya, sehingga tidak bisa menyesuaikan pekerjaan stadion Joyo Kusumo untuk menggelar pertandingan Liga Nasional.

“DPUPR perlu diajari dan perlu direvolusi pemikirannya, karena ketika mengerjakan proyek kecil, DPUPR sangat ketat sekali melakukan pengawasan, namun ketika mengerjakan proyek yang nilainya besar seperti stadion Joyo Kusumo terkesan digampangkan, padahal nilainya besar, yakni mencapai Rp 8 milyar lebih,”Kata Jhoni dengan nada kesal Senin (23/5/2022) di ruang kerjanya.

Menurutnya, apabila rumput sintetis yang menjadi kendala karena dianggap tidak standar dengan FIFA, diakui memang itu ada biaya persertifikatan, dan nilianya masih bisa dijangkau yakni sebesar Rp 400 juta, dan nilai itu lebih besar dari nilai pekerjaannya, sehingga hal itu seharusnya masih bisa dijangkau, hanya saja pihak DPUPR selama ini tidak pernah duduk bersama dengan orang-orang yang paham dengan sepak bola.

“Dulu waktu rapat Banggar, saat itu ada DPUPR, dan Sekda, pak Ketua sudah sampaikan, kalau membangun stadion Joyo Kusumo, tolong pak Jhoni, Pak Suwito ajak bicara, tapi ternyata sekalipun tidak pernah,” Bebernya

Disinggung adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunan Joyo Kusumo lantaran dianggap tidak layak, Jhoni mengaku itu kewenangan DPUPR dan kontraktor, namun dirinya berharap agar lapangan Joyo Kusumo bisa segera mungkin memenuhi standar FIFA, karena sejauh ini untuk stadion Joyo Kusumo hanya butuh sertifikat.

“Kita menjaga nama Bupati dan pimpinan Dewan, paling tidak DPU0R harus berbenah diri, dan masalah ini harus bisa diselesaikan, jadi jangan langsung lepas tangan, ini kan masyarakat Pati ingin menonton tim Persipa yang 70 tahun di liga 3, sekarang naik di liga 2, ingin melihat tim kesayangannya main di stadionnya, kalau dianggap tidak layak, ini sama saja DPUPR tidak peduli, tidak tahu menahu dan tidak konsisten, ini kasihan masyarakat, jadi sesuai rencana kita akan panggil DPUTR untuk menjelaskan masalah ini,” Cetusnya.

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.