Kapolres sumenep instruksikan tembak ditempat dept collector yang rampas kendaraan dijalan

Journalpolice , SUMENEP, – Kapolres Sumenep AKBP H. Joseph Ananta Pinora, akan tindak tegas Debt Collector yang melakukan perampasan kendaraan secara paksa dijalan raya, selain itu kapolres juga mengintruksikan kepada anggotanya agar tembak di tempat.

“Jangan sampai ada perampasan kendaraan lagi dijalan, yang mengakibatkan bahaya terhadap pengendara dan kami juga akan mengintrusikan kepada anggota kami, agar menindak tegas Debt Collector, bahkan jika Debt Collector melakukan perlawanan terhadap petugas agar tembak di tempat,” Kata Kapolres Sumenep AKBP H Josep Ananta Pinora saat menghadiri Pelepasan Calon jamaah haji di gedung korpri, Senin (14/8).

Ia memaparkan, masyarakat yang jadi korban perampasan oknum Debt Collector supaya melapor kepada polisi, agar pihak kepolisian bisa menproses secara hukum.

“Kita akan cari dan diproses secara hukum, tidak ada kata ampun dan dengan catatan masyarakat harus membuat laporan polisi jika terjadi perampasan dijalan,” ujar kapolres degan nada geram.

Sebelumnya, peristiwa perampasan sepeda motor yang dilakukan oleh Oknom Debt Collector terhadap salah satu siswi SMK di Kabupaten Sumenep kemarin sekitar jam 11:30 WIB, (11 agustus 2017) sebelum sholat jum’at dijalan Trunojoyo Sumenep dan menimpa kepada anak perempuan kelas 2 SMK Sumenep.

Editor : Awi JP

 

Redaksi www.journalpolice.id

LPKSM PUTRA LAWU Jembatani Mediasi antara Nasabah dengan Bank

journalpolice.id -Wonosobo – mediasi antara nasabah dan perbankan dalam hal ini di jembatani oleh LPKSM Putra Lawu purnawirawan TNI AD Ali Satiman, S.H sebagai kuasa dari nasabah dan BRI unit kepil diwakili oleh Hariyono sebagai kepala BRI unit Kepil di kantor BRI unit Kepil sekitar pukul 14.00 WIB, untuk mencari jalan keluar atas kredit angsuran nasabah yang baru saja tertimpa musibah meninggalnya tulang punggung keluarga.
“kredit atas nama nasabah nantinya akan kita carikan jalan keluar berupa restrukturisasi sesuai kemampuan dari pihak debitur yang nantinya akan di sesuaikan dengan jangka waktu pengambilan ” kata Hariyono selaku kepala Unit BRI kepil.
” masalah asuransi jiwa yang di daftarkan melalui BRINGIN life, itu hanya menanggung pihak pertama yang didaftarkan, tidak berlaku untuk pihak kedua sebagai penjamin”lanjut kepala unit Dari LPKSM Putra Lawu menanyakan, berapa kisaran jumlah hutang yang dapat di tanggung oleh BRI
“semua pinjaman kecuali KUR, kita daftarkan untuk asuransi jiwa melalui PT. PJS dari mulai pinjaman 1juta sampai 100juta untuk premi ditanggung dari pihak BRI, dan pinjaman dalam jumlah lebih dari 100juta biaya premi dibagi antara nasabah dan BRI dengan bagian sesuai kesepakatan”lanjut Hariyono.

Sumb: Prasetyo ( Mjp )

Editor : Rhidayat

INDONESIA PERLU 3 UU AGAR MAKMUR JADI PENGENDALI EKONOMI DUNIA

JOURNALPOLICE.ID,NATIONAL,Tiga undang-undang itu adalah UU Pengelolaan dan Perlindungan Aset Bangsa, UU Bullion Bank, dan UU Offshore Banking dan Offshore Financing.

Dengan tiga UU ini, aset perbankan Indonesia akan kebanjiran aset. Para pemilik aset yang selama ini dihantui ketakutan berdasarkan pengalaman masa lalu, segera mendaftarkan aset mereka untuk masuk perbankan Indonesia. Aset perbankan Indonesia akan segera menjadi terbesar di Asia bahkan dunia.

Pada masa lalu, mereka ada yang disiksa, dipenjarakan, bahkan ada yang dibunuh secara perlahan. Bahkan tak sedikit diantara pemilik aset yang memilih tinggal di luar negeri ketimbang di negeri sendiri. Sehingga negara dimana mereka tinggal itulah yang bisa memanfaatkan aset titipan nenek moyang bangsa Indonesia itu.

Dalam bahasa lain, negara Indonesia tidak mampu melindungi warga negara yang kaya dengan aset selama ini. Keberadaan mereka justru rentan untuk dikriminalisasi.

Dengan UU Pengelolaan dan Perlindungan Aset Bangsa diharapkan para pemilik aset besar yang selama ini hidup dalam bayang ketakutan akan berakhir. Malah diharapkan mereka mau menginvestasikan  harta kekakayannya di Bumi Pertiwi melalui sebuah kelembagaan yang disebut Lembaga Pengelolaan Aset Bangsa.

Demikian juga dengan UU Bullion Bank. Semua aset berupa logam mulia (emas, platinum, dan sebagainya), batu mulia (seperti intan, berlian, dan sebagainya) bisa masuk bank dengan fasilitas safe keeping account dimana nasabah mendapatkan SKR (safe keeping receipt).

Dengan SKR, nasabah bisa meminta fasilitas bank garansi, SBLC, dan lainnya termasuk deposito seperti yang dilakukan oleh perbankan di Swiss, Hong Kong, dan London selama ini.

Dengan UU Bullion Bank, tak ada lagi masyarakat menyimpan batangan emas di gunung, dalam tanah, atau di tempat yang tidak memberi nilai ekonomi pada logam mulia dan batu mulia.red.Mjp/rhdyt