banner 468x60

BUMMAS Putra Samudro Desa Pendem DiBentuk Jadikan Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan

banner 160x600
banner 468x60

JP__ SRAGEN – Berawal dari ide kreatif dan gagasan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa Pendem Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Seorang Tokoh Masyarakat Budi Utomo dan kawan – kawan dan di gandeng oleh Rumah Zakat, terinspirasi untuk mendirikan BUMMAS (Badan Usaha Milik Masyarakat) Putra Samudra.

Launching BUMMAS Putra Samudra sendiri di laksanakan di Dusun Pendem RT 14 Desa pendem, yang di hadiri Perwakilan Kecamatan Sumberlawang Ir. Nurohmah, Pj Kades Pendem Drajad Budi Bawono, SPd, SH, MH, Calon Kades Terpilih Sunarto, Perwakilan dari Rumah Zakat Bandung dan Semarang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, PKK, Muda – Mudi serta para pengurus BUMMAS Putra Samudra. Sabtu (30/11/2019 Pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Saat sambutan Pj Kades Pendem Drajad Budi Bawono menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan launching BUMMAS Putra Samudra, dia sangat mendukung kegiatan yang berbasis desa berdaya ini, karena baru kali ini di sragen terbentuk BUMMAS. selain itu Drajad berharap agar program desa berdaya bisa berkelanjutan di berbagai sektor.

“Kami mewakili masyarakat desa pendem mengucapkan terimakasih kepada para inisiator dan suport dari rumah zakat, dan sudah berjalan dua tahun ini dalam pemberdayaan seperti TPA (Tempat Pendidikan Al-qur’an), kebun gizi, pemberdayaan ikan nila, semoga bisa merambah ke dukuh – dukuh lainnya, seperti saat ini untuk dukuh tawangsari dan grasak sudah memiliki hibah Pamsimas karena tergolong kekurangan air, ” jelasnya.

Lebih lanjut Drajad juga menyatakan perangkat desa agar bisa menjadi promotor kegiatan ini, dan nantinya Kades terpilih Sunarto memberi fasilitas yang baik, menurutnya para tokoh masyarakat maupun tokoh agama serta muda – mudi bisa memberi masukan ide dan gagasan demi majunya BUMMAS Putra Samudra.

“Kami berharap semua bisa lebih memiliki rasa peduli, rasa sense dengan membantu masyarakat tidak mampu, bisa mendorong dan bersinergi di sektor PKH dan kesejahteraan lainnya, dan desa yang lainnya juga bisa mengenal rumah zakat, ” ungkapnya.

Sementara sambutan perwakilan kecamatan Ir. Nurohmah memberi pernyataan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dengan pemberdayaan masyarakat, agar tidak terlena dan bisa bangkit serta mandiri. untuk itu kegiatan BUMMAS bisa terwujud yang di suport rumah zakat ini.

“Di Kabupaten Sragen sudah ada 12 Desa Berdaya, namun baru satu yang memiliki BUMMAS yakni di desa pendem ini, dengan di bantu oleh para relawan rumah zakat harapan kami bisa menebar kebaikan dan menyebar ke desa – desa yang lain, ” katanya.

Masih apa kata Nurohmah, desa pendem di harapkan bisa selangkah lebih maju dari desa – desa yang lain, budidaya ikan nila bisa masuk dalam program BUMMAS.

“Semoga bisa mengurangi angka kemiskinan di kecamatan sumberlawang, karena angka kemiskinan masih menduduki peringkat tinggi, dan nantinya program yang dulu bisa di lanjutkan oleh kades terpilih oleh pak sunarto, ” Kata Nurohmah.

Di kesempatan yang sama perwakilan dari rumah zakat Aris Kristiawan menjelaskan, pihaknya ingin BUMMAS Putra Samudra mengikuti jejak BUMMAS yang sudah menjadi binaan rumah zakat, seperti yang ada di Aceh hingga papua, sudah ada 1512 desa berdaya dan 105 BUMMAS, yang semuanya orientasinya adalah bisnis, tapi bukan UKM jelasnya

“Kami baru – ini sudah membentuk BUMMAS yang berorientasi bisnis, seperti di banjarnegara yang sedang menggeluti gula semut yang terbuat dari aren, dengan kualitas eksport, dan kalau bisa kita mencontoh seperti desa ponggok klaten, ” imbuhnya.

Kemudian, Ari juga memberi contoh yang telah berhasil menekan masyarakat agar tidak menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.

“Di kendal kita sudah membuat inovasi, seorang sekdes berhasil memperdayakan masyarakat sekitar sehingga mampu menekan angka TKW hingga 30 persen, ” tukasnya.

Selain itu di NTB (Nusa Tenggara Barat), Ari juga menyatakan keberhasilan di suatu kecamatan hingga 7 desa.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang mewarisi untuk anak cucu kita kelak, ” katanya lagi.

Sementara itu Budi Utomo sang pirintis BUMMAS Putra Samudra, saat di tanya awal berdirinya BUMMAS menceritakan awal dia berkumpul bersama para tokoh pendiri, memiliki gagasan dan ide untuk desa berdaya, sehingga Budi memiliki kenalan dikenalkan temanya yaitu rumah zakat yang akhirnya menjadi pensupport ide ini katanya.

“Akhirnya terbentuklah BUMMAS Putra Samudra beserta para pengurusnya, ” Papar Budi.

Dia katakan lagi, untuk desa berdaya melalui BUMMAS Putra Samudra ini ingin menggali beberapa varian, agar bisa maju di segala sektor.

“Kita gali potensi yang ada, berhubung wilayah desa pendem bagian dari WKO (Waduk Kedung Ombo) cocoknya budidaya ikan nila, dan nanti juga merambah ke sektor lain, ” Pungkasnya.

Perlu di ketahui, sebagai salah satu lembaga filantropi mengoptimalisasi pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah melalui program pemberdayaan masyarakat yaitu program Desa Berdaya.

Program Desa Berdaya merupakan program pemberdayaan dalam cakupan wilayah desa, melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiap-siagaan bencana.

Targetnya, desa dapat mengembangkan kelembagaan lokal yang berdaya untuk mengatasi permasalahannya sendiri serta dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa sehingga menjadi mandiri.

Pembentukan BUMMAS ini diharapkan dapat turut serta memberantas kemiskinan serta menguatkan kemandirian desa, karena dengan semakin kuat desa maka 40% masalah ekonomi indonesia mampu terselesaikan. (Tim AWPI)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BUMMAS Putra Samudro Desa Pendem DiBentuk Jadikan Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan"