banner 468x60

BLORA MEMANAS AWAL CUITAN DI FB TERKUAK DANA HIBAH KONI 1.4 MILYAR MENGHILANG DIDUGA TANPA PERTANGGUNG JAWABAN

banner 160x600
banner 468x60


JP-Blora – Rasa penasaran team media berawal dari status FB ( Facebook) bernama Untung Budi Giarto yang diunggah pada tanggal 14 Februari 2019, didalam cuitannya dia menyebutkan ada penyelewengan dana Hibah sebesar 1,4 MILYAR didalam tubuh KONI Kabupaten Blora. Cuitan di media sosial ini berhasil memancing banyak komentar dari banyak kalangan.

Team berusaha mencari keberadaan dari Untung Budi Giarto, membuahkan hasil. Dihari berikutnya tanggal 15 Februari 2019 team berhasil menemui UBG (red-Untung Budi Giarto)

Didalam pertemuan ini, UBG ditemani oleh ketua DPK GNPK Kab.Blora yaitu Edy Yulianto, S.kom,S.E. Dikesempatan ini team mendapatkan penjelasan dari UBG berkaitan dengan cuitannya di media sosial Facebook.

“Benar, itu akun Facebook saya sendiri yang saya pakai sehari-hari untuk mengutarakan apa yang saya anggap itu harus saya utarakan. Saya hanya ingin membuka kesadaran teman-teman bahwa Blora yang slama ini dianggap sehat, ternyata ada borok besar didalamnya. Salah satunya adalah borok yang terdapat pada tubuh KONI Kabupaten Blora ”ungkap UBG.

“ada indikasi kuat Bahwa KONI melakukan penyelewengan dana hibah sebesar 1,4 Milyar tidak bisa dipertanggungjawabkan ”imbuhnya.

Dilantiknya kembali ketua KONI untuk periode 2019-2023 di Pendopo Kabupaten Blora (29/01/2019) menjadi pertanyaan besar bagi Untung (sapaan ketua FORKI periode 2010)“anehnya dia (Hery Sutiyono) dilantik kembali menjadi Ketua KONI,di diduga telah melakukan kesalahan fatal” lanjutnya.

Ketua DPK GNPK Kabupaten Blora ( Edy Yulianto, S.Kom, S.E) Senada dengan untung, Edycom (sapaan ketua DPK GNPK Kabupaten Blora) juga membenarkan apa yang diutarakan oleh Untung.

“dari data LHP BPK 2016, ada temuan dana yang tidak bisa Di pertanggung jawabkan senilai 1,4 Milyar dari jumlah sebesar 2,8 Milyar ”tutur Edycom ditempat kediamannya.

“data inilah yang akan menjadikan dasar GNPK untuk melaporkan ke KPK, 1,4 Milyar bukan jumlah dana yang kecil, nantinya klafikasi kami ke Ketua KONI harus bisa mempertanggungjawabkannya apakah cuitan itu benar atau tidaknya”tutup Edycom.

Sampai berita ini diturunkan, team belum mendapatkan klarifikasi dari pihak KONI.(red.mjp/pras)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.