banner 468x60

BISNIS SOLAR OPLOSAN DIDUGA MASIH MARAK DI BLORA

625 views
banner 160x600
banner 468x60


JournalPolice id_Blora – Pelaku bisnis solar oplosan seakan tak mengalami jera. Bahkan, demi meraup keuntungan besar itu, bisnis tersebut makin marak di Blora. Di Desa Bleboh dan Janjang Kecamatan Jiken Kabupaten Blora sedikitnya terdapat 6 penampungan tempat pengoplosan solar.

Keenam penampungan tempat pengoplosan solar di dua desa tersebut, masing-masing milik JR, JT, RK, CR, IM, dan NN sebagai pengelola.

Di dua desa yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur ini terbilang sangat potensial untuk melakukan bisnis ini. Pasalnya, letak geografisnya berada di tengah hutan, jauh dari pengawasan dan infrastruktur jalannya sebagian besar belum baik.
Bisnis tersebut terbilang “licin”, karena selama beroperasi hampir tak tersentuh oleh aparatur penegak hukum di wilayah Kabupaten Blora. Ironisnya, dari hasil investigasi dan pemantauan di beberapa lokasi, salah satunya diduga milik oknum aparatur penegak hukum berinisial NN.

Oknum pengelola atau pemilik penampungan atau tempat pengoplosan, selama ini menggunakan jasa puluhan warga.

Mereka direkrut untuk menjadi pekerja angkut guna mengambil Solar dari SPBU dan dibawa ke penampungan untuk dioplos kembali sesuai permintaan pembeli. Para pengangkut biasanya menggunakan sepeda motor dan dipasang trombong (rengkek, red) dan mobil jenis bak terbuka yang digunakan untuk membawa jerigen yang sudah berisi solar.

“Kula namung buruh angkut, mas. Mangke sampun wonten sing nampi niki. (Saya Cuma buruh angkut, mas. Nanti semua sudah ada yang nerima ini, red),” ujar salah seorang pengangkut solar bersepeda motor yang enggan disebut namanya, Minggu (10/11)Tampak salah seorang tengah menurunkan solar di tempat penampungan dan pengoplosan di Desa Bleboh Kecamatan Jiken dari kendaraan bak terbuka

Para warga pengangkut mengaku dapat membawa jerigen dengan kapasitas 200-250 liter dalam sekali pengambilan di SPBU. “Nggih saged ping tiga ngantos sekawan, mas. Rencang kangge setunggal pangkalan, nggih kinten-kinten 5 sampai 10. (Ya bisa tiga sampai empat kali, mas. Teman ambil untuk satu pangkalan ya kira-kira 5-10 orang, red),” imbuhnya.
Dari hasil investigasi, Solar yang telah dioplos tersebut akan didistribusikan kebeberapa tempat di Jawa Tengah antara lain daerah Rembang, Juwana, Pati, Semarang, Tegal dan beberapa proyek yang menggunakan alat berat untuk bahan bakarnya.

Warga berharap, penyalahgunaan solar bersubsidi bisa segera ditindak oleh aparatur penegak hukum terutama pihak kepolisian. Bahkan Pihak Polda Jawa Tengah diharapkan segera turun tangan dengan menutup pangkalan yang jelas menyalahi aturan.
saat berita di turunkan Akan kami tindak konfirmasi kepada pigak terkait.
(Tim jp / prs )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.