banner 468x60

Biaya Pendaftaran PTSL Tidak Sesuai Yang Di Musyawarahkan, Warga : Ada Biaya Tambahan Yang Dibebankan Kepada Kami

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id, Pati – Warga Desa Tanjungrejo, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, Jawa Tengah pertanyakan pungutan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2020 yang diduga syarat pungli.

Data dihimpun media dilapangan, Desa Tanjungrejo mendapat jatah kuota PTSL sebanyak 1000 bidang di tahun 2020 dengan biaya yang dibebankan kepada pemohon 150ribu sesuai yang dimusyawarahkan di desa, akan tetapi ada biaya tambahan lagi yang dibebankan kepada warga.

Salah satu warga Tanjungrejo kepada wartawan mengaku jika biaya PTSL tidak sesuai dengan yang dimusyawarahkan,” kita diminta tambahan biaya lagi, untuk yang pertama 55ribu dan yang kedua 95ribu.” Ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Mengenai rincian biaya tambahan, warga Tanjungrejo kaget karena ada biaya admistrasi dan biaya pembelian patok,” tambahan biaya yang 55ribu untuk administrasi dan yang 95 untuk pengadaan patok, jadi total semuanya 300ribu.” Jelas warga Tanjungrejo

Masih menurut warga, bila pelaksanan program PTSL yang ada di desanya tidak beres,” coba aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, karena kami sebagai warga menduga ada praktik pungli terselubung.” Harap warga kepada aparat penegak hukum

Kepala Desa Tanjungrejo Yayik ketika dikonfirmasi wartawan Rabu (20/5/2020) dikantornya membantah jika ada tambahan biaya yang dibebankan kepada pemohon PTSL,” sesuai yang dimusyawarahkan ya 150ribu, tidak ada biaya tambahan lagi, kalaupun ada itu urusan panitia, saya sedikitpun tidak menikmati hasinya. Ini malah kabarnya ada pengurangan kuota.” Sanggahnya

Sementara ketua panitia program PTSL Desa Tanjungrejo Ali Imron menepis tudingan warga terkait biaya tambahan,” itu hanya kesalahan teknis di lapangan saja, tidak ada biaya tambahan. Memang yang 55ribu untuk administrasi dan 95 untuk pengadaan patok.” Tepis Ali Imron

Ali Imron menjelaskan, selain untuk administrasi, biaya tersebut untuk keperluan koordinasi ke BPN dan membayar tenaga ukur,” sebagian untuk koordinasi ke BPN dan membayar tenaga ukur”. Jelas Ali Imron

Lain halnya yang dikatakan Achmad salah satu anggota panitia program PTSL di desa Tanjungrejo,” ada sebagian warga yang sudah membayar, akan tetapi belum masuk ke daftar buku dan belum menerima kwitansi.” Cetus Achmad

Apa yang dikatan kades dan ketua panitia program PTSL tidak sesuai dengan yang dikatan salah satu anggota panitia. Ada apa ?

( suf )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Biaya Pendaftaran PTSL Tidak Sesuai Yang Di Musyawarahkan, Warga : Ada Biaya Tambahan Yang Dibebankan Kepada Kami"